Kumpulan Puisi Tadarus Puisi Banjarbaru 2017
Rabu, 02 Agustus 2017
Tulis Komentar
Setelah puisi siswa-siswi SMA Negeri 1 Karang Bintang masuk jajaran antologi Aruh Sastra Kab. Tanah Laut 2016. Sekarang puisi mereka bersama dewan guru SMA Negeri 1 Karang Bintang masuk lagi dalam antologi Tadarus Puisi Banjarbaru 2017 untuk pertama kalinya. Kali ini Tadarus Puisi Banjarbaru mengangkat dengan tema "Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan" Berikut puisi-puisi siswa-siswi dan guru SMA Negeri 1 Karang Bintang.
Mulianya Lima Syarat
– MerlinaYanti
Ketikakalimatutamaterucapseakanbergema di dalam
Hatiseoranginsanpenuhdengankeyakinandankebenaran
Dilanjutkandenganlimawaktu yang slaluterjaga
Dan di manabertambahnyakewajiban yang slalumenuntut
Namun di balikitunikmatTuhantakkanpernahadahabisnya
Kemudiandatangnyatigapuluhhari di pandangmata
Seribubulankebaikan
Begitu pula indahnyabersedekah
SekecilapapunpemberiNya
Ketikaniatslaluterbawa
Rasa syukur yang tiadahabisnya
Bersegeralahketikamampu
Tujuh kali putaranthawaf di Baitullahmenunggu
23 Mei 2017
Inginkan Cakrawala – Dhoni
Maulana
Dari hitam kelabu
lagi dalam di bawah
kain sutra
Merah tampak gelap
di ujung tanduk
gelapnya malam
Aku...
Ya, aku memang
diriku
Apakah aku atau
hatiku?
Apakah Dia untuk
diriku?
Banting, hancurkan,
pecahkan
kucari pintu kecil
dalam gelapnya malam
di dalam ruangan
di dalam batu
berwarna hitam
Tampakkah aku dari
langit?
Dari awan menuju
bintang
Jauh di atas lagit
ke tujuh
Dia pandang dekat
di tukikkan
Aku terdiam
Jauh di lubuk batin
Aku sendirian
Duduk di antara
psikopat gila
menyimpang dari
ajaran
menghilang dari
seruan
18 Mei 2017
PENYESALAN - Ni Wayan Uskartini
Cukup sudah
Sudah cukup
Tak peduli berapa lama aku bersujud
Tak peduli berapa lama aku berdiam
di mana dan tak lain hanya kepadaMu
Sang pencipta seisi bumi dan langit
Tuhan...
Aku mampu menahan air mata
Atas kata-kataku
Yang mungkin melukai hatinya
Kembalikan kepercayaannya padaku
Terimalah penyesalan ini
yang tulus kuucapkan dari hati ke bibir
Meminta maaf padaMu
Gemuruh
Senja – Ahmad Hamzah
Gemuruh
ombak kian memburu
Menerjang
setiap sumbu kehidupan
Geolak
api di bawah lembah berduri
Menutupi
setiap insan dalam hati
Kutermenung
memohon diri
di
atas helai sejadah suci
Dunia
berlari, dunia berlari
Dari
tanah kembali ambruk ke tanah
Dari
segumpal darah kembali terarak berdarah-darah
Angin
senja tak dapat di rasa
Ketika
semua tersungkur tiada jaya
Merangkai
Zikir Merajut Tasbih – Maria Ulfah
Dalam Ikhtiar
Tauhidku tanpa ragu
katakan Engkau Satu
dalam gerak lima
waktuku
ku bangun
pilar-pilar agamaku
ku tahan hawa nafsu
menolak godaan
setan
yang mengajakku
menyekutukanMu
Dalam tawakal
Tangis dalam sujud
sesal akan
kesalahan
Doa di sepertiga
malam, memohon segala ampunan
kurangkai zikir
merajut tasbih
meminta petunjuk
arah jalan yang terang
hanya meminta
ridhoMu
hanya inginkan
JannahMu
Karang
Bintang, 16 Mei 2017
Terbangun
Sebelum Terurai – Oktavia Ayu C.
Kala
tangan ini tak lagi menyentuh dunia
disaat
dosapun meleburkan jiwa raga
Akupun
terdiam dan hanya menatap ruang kosong
Menyesali
segala yang tak ada guna
Kini
aku terbangun
Akan
kuluruskan kembali jalanku
Karena
aku tau
Dia
itu ada dan dekat dengan ku
Kuasa Mu- Nurul
Azizah
Kau
ciptakan bumi dan langit
Dengan
segala isinya yang sempurna
Kau
ciptakan bulan dan matahari
Agar
adanya siang dan malam
Kau
ciptakan panas dan hujan
Supaya
ada banjir dan kekeringan
Kau
ciptakan Adam dan Hawa
Untuk
penerus pria dan wanita
Kau
ciptakan manusia
Sebagai
makhluk yang paling mulia
Tuhan...
KebesaranMu
sungguh nyata
Dengan
segala kuasa yang Kau punya
Karang Bintang,
03 Mei 2017
Tamaram Subuh – Arif Rahman
Tamaram
subuh ini menghujamkan lantunan gerimis
Perlahan
tapi pasti
Warna
alam yang gelap tak sedkitpun
Nada-nada
irama bersuara
Keasyikan
manusia
Bermain
dengan dimensi mimpi
Lupa
akan nikmat yang mereka peroleh
dengan
nafas
dengan
aliran darah
dengan
dekupan nadi
Hingga
otak mereka juga tak mampu berpikir
Adakah
yang mendengar dengan tamaram subuh ini?
Tak
sedikit yang tau
Hanya
manusia yang memiliki sayap-sayap malaikatlah
Yang
mampu menerawang tamaram subuh ini
dengan
sujud
dengan
tangis
dengan
tasbih
Tak
jarang mengeluarkan air mata
Hingga
mereka tak mampu lagi merajut dunia
Karang
Bintang, 18 Mei 2017
Mencoba
menuangkan hati
pada goresan hitam di atas putih
Walauku hanya seorang anak manusia
yang
tak mengerti apa itu arti cinta?
Alunan waktu yang menyertaiku
tlah
menghadirkan cinta dalam hidupku
Satu demi satu rasa itu merengkuh relung
jiwa
dan
merampas semua bagian
Saat kau datang dalam tiap mimpiku
Andai aku mampu
inginku
menantang dunia yang slalu menjeratku
dengan
setia angin cinta yang begitu membebaniku
Engkau yang kusayang
kiniku
mengerti
bahwa
Aku berada pada sisi yang salah
yang
teramat sempurna untuk kuraih
Semua satu bagian dalam diriku berkata?
Cintaku yang terasa hampa tanpa hadirMu
Mungkin bila masihku diberi kesempatan
Hanya satu kali seumur hidup untuk
berkata jujur
Saat inilah akan kuungkapkan
Bahwa aku menyayangimu
Mencintaimu melebihi diriku.
27 feb
Meramu dalam
Tauhid – Norlaila Haris Fadhilah
Dia mengajariku
untuk
slalu tdk lupakan masa lalu
Dia meingatkanku
slalu
untuk menata kehidupan dari
bawah fase tiap fase
Dia meyakinkanku
slalu
untuk lapang menyusun
rumus demi rumus
ujian
dan cobaan agar
mencapai hasil yang
diimpikan
Dia memperlihatkan padaku
akan arti kesetimbangan
dalam
mngahadapi
laju raksi kebahagiaan
yang
tekadang
membuat kita lupa
pada Sang Maha
Dia menjelaskan
bagaimana
peran sifat koligatif larutan duka
maupun
lara dalam mempengaruhi
penurunan
ataupun
kenaikan suhu hati kita
Dia adalah unsur terpenting
dalam
menata sistem periodik perjalanan dunia kami
Dia adalah
atom pembentuk senyawa ion diantara kami
Dia
Dia
Dia,
Dia
adalah
Zat Pelarut Kimia
menuju akhirat
04 Maret 2017
BERTEDUH
DALAM DOA
Karya
Yeni Wirnawati
Ketika
langkah mulai salah arah
Ketika
mata mulai salah memandang
Ketika
pikiran mulai menyalahi aturan
Wahai
hati dan ucapan
Berkecamuk
di dalam perasaan
Kepada
siapa dapat kukisahkan
Derita
luka nan mendalam
Sajadah
berteman kain putih
Tertunduk
kepala mengangkat kedua tangan
Lantunan-lantunan
mulai terucapkan
Berderai
sebuah tangisan
Hanya
lantunan doa-doa
Menyadarkan
sebuah kesalahan
Hanya
lantunan doa-doa
Menaungi
dari derasnya hujatan
Hanya
lantunan doa-doa
Menenangkan
dari kerasnya kenyataan

Belum ada Komentar untuk "Kumpulan Puisi Tadarus Puisi Banjarbaru 2017"
Posting Komentar