google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A Kumpulan Puisi Tadarus Puisi Banjarbaru 2017 - PULPENWANKERTAS

Kumpulan Puisi Tadarus Puisi Banjarbaru 2017

Setelah puisi siswa-siswi SMA Negeri 1 Karang Bintang  masuk jajaran antologi Aruh Sastra Kab. Tanah Laut 2016. Sekarang puisi mereka bersama dewan guru SMA Negeri 1 Karang Bintang masuk lagi dalam antologi Tadarus Puisi Banjarbaru 2017 untuk pertama kalinya. Kali ini Tadarus Puisi Banjarbaru mengangkat dengan tema "Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan" Berikut puisi-puisi siswa-siswi dan guru SMA Negeri 1 Karang Bintang.


Mulianya Lima Syarat – MerlinaYanti

Ketikakalimatutamaterucapseakanbergema di dalam
Hatiseoranginsanpenuhdengankeyakinandankebenaran

Dilanjutkandenganlimawaktu yang slaluterjaga
Dan di manabertambahnyakewajiban yang slalumenuntut
Namun di balikitunikmatTuhantakkanpernahadahabisnya

Kemudiandatangnyatigapuluhhari di pandangmata
Seribubulankebaikan

Begitu pula indahnyabersedekah
SekecilapapunpemberiNya
Ketikaniatslaluterbawa

Rasa syukur yang tiadahabisnya
Bersegeralahketikamampu
Tujuh kali putaranthawaf di Baitullahmenunggu


23 Mei 2017




Inginkan Cakrawala – Dhoni Maulana
Dari hitam kelabu
lagi dalam di bawah kain sutra
Merah tampak gelap
di ujung tanduk gelapnya malam

Aku...
Ya, aku memang diriku
Apakah aku atau hatiku?
Apakah Dia untuk diriku?

Banting, hancurkan, pecahkan
kucari pintu kecil dalam gelapnya malam
di dalam ruangan
di dalam batu berwarna hitam

Tampakkah aku dari langit?
Dari awan menuju bintang
Jauh di atas lagit ke tujuh
Dia pandang dekat di tukikkan

Aku terdiam
Jauh di lubuk  batin
Aku sendirian

Duduk di antara psikopat gila
menyimpang dari ajaran
menghilang dari seruan

18 Mei 2017


PENYESALAN - Ni Wayan Uskartini

Cukup sudah
Sudah cukup
Tak peduli berapa lama aku bersujud
Tak peduli berapa lama aku berdiam
di mana dan tak lain hanya kepadaMu
Sang pencipta seisi bumi dan langit

Tuhan...
Aku mampu menahan air mata
Atas kata-kataku
Yang mungkin melukai hatinya
Kembalikan kepercayaannya padaku
Terimalah penyesalan ini
yang tulus kuucapkan dari hati ke bibir
Meminta maaf padaMu



Gemuruh Senja – Ahmad Hamzah
Gemuruh ombak kian memburu
Menerjang setiap sumbu kehidupan
Geolak api di bawah lembah berduri
Menutupi setiap insan dalam hati

Kutermenung memohon diri
di atas helai sejadah suci
Dunia berlari, dunia berlari
Dari tanah kembali ambruk ke tanah

Dari segumpal darah kembali terarak berdarah-darah
Angin senja tak dapat di rasa
Ketika semua tersungkur tiada jaya



Merangkai Zikir Merajut Tasbih – Maria Ulfah

Dalam Ikhtiar
Tauhidku tanpa ragu
katakan Engkau Satu
dalam gerak lima waktuku
ku bangun pilar-pilar agamaku

ku tahan hawa nafsu
menolak godaan setan
yang mengajakku menyekutukanMu

Dalam tawakal
Tangis dalam sujud
sesal akan kesalahan
Doa di sepertiga malam, memohon segala ampunan

kurangkai zikir merajut tasbih
meminta petunjuk arah jalan yang terang

hanya meminta ridhoMu
hanya inginkan JannahMu

Karang Bintang, 16 Mei 2017





Terbangun Sebelum Terurai – Oktavia Ayu C.

Kala tangan ini tak lagi menyentuh dunia
disaat dosapun meleburkan jiwa raga
Akupun terdiam dan hanya menatap ruang kosong
Menyesali segala yang tak ada guna

Kini aku terbangun
Akan kuluruskan kembali jalanku
Karena aku tau
Dia itu ada dan dekat dengan ku




Kuasa Mu- Nurul Azizah

Kau ciptakan bumi dan langit
Dengan segala isinya yang sempurna
Kau ciptakan bulan dan matahari
Agar adanya siang dan malam

Kau ciptakan panas dan hujan
Supaya ada banjir dan kekeringan
Kau ciptakan Adam dan Hawa
Untuk penerus pria dan wanita

Kau ciptakan manusia
Sebagai makhluk yang paling mulia

Tuhan...
KebesaranMu sungguh nyata
Dengan segala kuasa yang Kau punya

Karang Bintang, 03 Mei 2017



Tamaram Subuh – Arif Rahman

Tamaram subuh ini menghujamkan lantunan gerimis
Perlahan tapi pasti
Warna alam yang gelap tak sedkitpun
Nada-nada irama bersuara

Keasyikan manusia
Bermain dengan dimensi mimpi
Lupa akan nikmat yang mereka peroleh
dengan nafas
dengan aliran darah
dengan dekupan nadi
Hingga otak mereka juga tak mampu berpikir

Adakah yang mendengar dengan tamaram subuh ini?
Tak sedikit yang tau
Hanya manusia yang memiliki sayap-sayap malaikatlah
Yang mampu menerawang tamaram subuh ini
dengan sujud
dengan tangis
dengan tasbih
Tak jarang mengeluarkan air mata
Hingga mereka tak mampu lagi merajut  dunia

 Karang Bintang, 18 Mei 2017




Izinkan Satu Kali Saja - Dyah Ratna Perwita


Mencoba menuangkan hati
pada goresan hitam di atas putih
Walauku hanya seorang anak manusia
yang tak mengerti apa itu arti cinta?

Alunan waktu yang menyertaiku
tlah menghadirkan cinta dalam hidupku
Satu demi satu rasa itu merengkuh relung jiwa
dan merampas semua bagian

Saat kau datang dalam tiap mimpiku
Andai aku mampu
inginku menantang dunia yang slalu menjeratku
dengan setia angin cinta yang begitu membebaniku
Engkau yang kusayang
kiniku mengerti
bahwa Aku berada pada sisi yang salah
yang teramat sempurna untuk kuraih

Semua satu bagian dalam diriku berkata?
Cintaku yang terasa hampa tanpa hadirMu
Mungkin bila masihku diberi kesempatan
Hanya satu kali seumur hidup untuk berkata jujur
Saat inilah akan kuungkapkan
Bahwa aku menyayangimu
Mencintaimu melebihi diriku.

27 feb




Meramu dalam Tauhid – Norlaila Haris Fadhilah

Dia mengajariku
untuk slalu tdk lupakan masa lalu
Dia meingatkanku slalu
untuk menata kehidupan dari bawah fase tiap fase

Dia meyakinkanku slalu
untuk lapang menyusun rumus  demi rumus ujian
dan cobaan agar mencapai hasil yang diimpikan

Dia memperlihatkan padaku akan arti kesetimbangan
dalam mngahadapi laju raksi kebahagiaan
yang tekadang membuat kita lupa pada Sang Maha

Dia menjelaskan bagaimana peran sifat koligatif larutan  duka
maupun lara dalam mempengaruhi penurunan
ataupun kenaikan suhu hati kita

Dia adalah unsur terpenting
dalam menata sistem periodik perjalanan dunia kami
Dia adalah atom pembentuk senyawa ion diantara kami

Dia
Dia
Dia,
Dia
adalah Zat Pelarut Kimia menuju akhirat

04 Maret 2017



 BERTEDUH DALAM DOA
Karya Yeni Wirnawati

Ketika langkah mulai salah arah
Ketika mata mulai salah memandang
Ketika pikiran mulai menyalahi aturan

Wahai hati dan ucapan
Berkecamuk di dalam perasaan
Kepada siapa dapat kukisahkan
Derita luka nan mendalam

Sajadah berteman kain putih
Tertunduk kepala mengangkat kedua tangan
Lantunan-lantunan mulai terucapkan
Berderai sebuah tangisan

Hanya lantunan doa-doa
Menyadarkan sebuah kesalahan
Hanya lantunan doa-doa
Menaungi dari derasnya hujatan
Hanya lantunan doa-doa
Menenangkan dari kerasnya kenyataan



Arif Rahman (Bakulaan) Hidup adalah seni yang terus dan terus kita jalani, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah, kadang kita tertawa sejenak dan kadang kita akan menitikan air mata, dan kita hanyalah wayang yang tak tahu sampai mana ending dari seni dunia ini.

Belum ada Komentar untuk "Kumpulan Puisi Tadarus Puisi Banjarbaru 2017"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel