
Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, mendengar kata balogo
tentu tidak asing lagi. Balogo merupakan permaianan tradisional khas mereka.
Permaianan Balogo sudah ada sejak zaman dulu. Balogo sendiri bisa dimaiankan anak-anak hingga
orang dewasa. Dalam permaianan balogo dilakukan satu lawan satu atau secara
beregu. Setiap permaianan satu lawan satu dan beregu memiliki aturan yang
berbeda.
Dalam permainan balogo khususnya beregu, jumlah pemain harus sama.
Dalam artian jumlah pemaiean “naik” (yang melakukan permainan) harus sama dengan
pemain “pasang” (pemain yang meletakan logo). Dalam permaian balogo beregu
biasanya dua regu. Setiap pemai “pasang” maka
logo diletakan secara berdiri sedangkan pemain yang “naik”, wajib merobohkan
logo musuh.
Tapi taukah kalian arti balogo itu diambil dari
mana? Menurut orang tua dulu balogo berasal dari kata logo yang diartikan dalam
PEUBI yaitu lambang. Sebab dalam bentuk logo sering kita temukan menyerupai
lambang. Misalnya bentuk logo bidawang (bulus)
dari kabupaten Tapin, bentuk logo amor dari Kandangan, bentuk logo layang-layang
dari kabupaten Tanah Bumbu dan banyak lagi bentuk logo yang lain seperti bentuk
bulat dan segitiga.

Bahan logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dan
dilekatkan dengan bahan dempul supaya berat dan kuat. Kemudian setiap logo
diberikan ukiran-ukiran untuk mempercantik logo tersebut. Saat bermain Balogo, pemain harus dibantu
dengan sebuah alat yang disebut campa atau panapak (tongkat atau stik) sebagai
bahan alat pemukul. Untuk campa ata penapak sendiri memiliki ukuran yang
beragam, namun kebiasaan masyarakat Kalsel menggunakan ukuran dengan panjangnya
sekitar 40 cm dengan lebar 2 cm. Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk
mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang
saat bermain.
Belum ada Komentar untuk "ASAL NAMA PERMAINAN BALOGO KALIMANTAN SELATAN"
Posting Komentar