google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A PUISI "IBU" KARYA MIRA - PULPENWANKERTAS

PUISI "IBU" KARYA MIRA

Ibu
Karya Mira

Kuteteskan air mata
Seraya berfikir mengapa begini
Aku baru membuka mataku

Untuk melihatmu
Seakan dunia berkata
Tabahkan hatimu

Begitu cepat waktu berjalan
Begitu cepat kau meninggalkanku
Di sini aku akan berjuang hanya karena kau
Aku akan tetap bertahan hanya demi dirimu
Di dunia ini tak ada yang lebih sempurna kecuali kau
Dimataku

Rasa cintaku akanmu takkan pernah mati
Mataku mulai berkacakaca saat melihat kepergianmu
Air mata tak terbendung
9 bulan 10 hari kau mengandungku
Kau tak pernah mengeluh
Kau pertaruhkan nyawamu hanya untukku

Kini kau telah tiada
Kau begitu cepat meninggalkanku.
Aku belum membalas jasamu
Tapi aku jenji aku akan menjadi anak yang bermanfaat
Demi kebahagiaanmu
Sampai mati akan kuingat jasamu

Kini aku sadar
Bahwa sangat berartinya dirimu
Saat ada tak merasa
Saat tiada baru terasa…. 


Arif Rahman (Bakulaan) Hidup adalah seni yang terus dan terus kita jalani, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah, kadang kita tertawa sejenak dan kadang kita akan menitikan air mata, dan kita hanyalah wayang yang tak tahu sampai mana ending dari seni dunia ini.

Belum ada Komentar untuk "PUISI "IBU" KARYA MIRA"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel