Sahabat - Karya Sarianah
Selasa, 24 Mei 2016
Tulis Komentar
Sudah
satu minggu Sarah sekolah di MA Darul Azhar. Dan disanalah Dia memulai hidup yang baru bersama
sahabatnya. Dia sudah bersahabat sejak kelas 1 SMP dengan Mia dan Mira. Tak
terasa persahabatan mereka sudah menjalani empat tahun. Dan Sarah merencanakan bahwa
tanggal 2 april ini Dia
akan merayakan hari anneversery persahabatannya bersama kedua sahabatnya. Saat
itu Sarah dan kedua sahabatnya
berada di kantin sekolah.
“Hay Sobat!, bagaimana apakah kita jadi
merayakannya?”. Sarah
bertanya kepada sahabatnya dengan penuh semangat.
“Em...,kalau aku terserah kalian saja”. Mira menanggapi pertanyaan sahabat yang sangat Dia sayangi dan yang sealu mengingatkanya
bahwa kesehatan itu sangat penting.
“Bagaimana denganmu Mie?”. Mia teman yang sering dijahili oleh
Sarah dan diapun selalu memanggil Mia dengan sebutan Mie
“Aduh…..kan sudah kubilang
berkali-kali jangan panggil Aku
Mie, kalau Aku
inginnya kita ngerayain sih, soalnyakan
kita gak pernah ngerayain sekalipun persahabatan kita, dan sekarang kita sudah kelas 1 SMA lebih baik kita rayakan saja, oke!”. Mia menanggapi dengan antusias dan
tersenyum.
“Oke!!!”. Jawab Sarah dan Mira Bersama, dengan
mengacungkan jempol.
Bel
masuk berbunyi, mereka
langsung memasuki kelasnya masing-masing. Sarah termasuk anak yang cerdas
disekolahnya maka dari itu Dia tidak sekelas dengan kedua sahabatnya.
Pertama masuk sekolah Dia
sangat sedih karena terpisah dengan kedua sahabatnya, tetapi setelah sudah lama
berada dikelasnya dan menemukan sesosok cowok yang sangat humoris dan mampu
membuat Dia
mengurangi rasa sedih yang dialaminya.
“An, kamu sudah selesaikan PR Matematika?”. Dia bertanya kepada Andre, cowok yang
sangat dekat denganya di dalam
kelas.
“Sudah
donk, Aku kan anak teladan masa PR dijadikan
PS sih?”.
Andre menjawab dengan tertawa
seperti cirri khas sebagai cowok humoris.
“Hahaha lucu banget”. Sarah menanggapinya dengan gurauan, sambil tertawa kecil.
Belum
sempat Andre ingin membalas gurauan Sarah. Guru memasuki ruangan dan menyapa
anak muridnya.
“Assalamualaikum
anak-anak, bagaimana kabar kalian hari ini?”. Pak Benno guru Bahasa Indonesia menyapa
dengan senyuman termanis yang dimilikinya. Pak Benno guru yang sedikit pemarah,
tetapi juga termasuk guru yang banyak disukai disekolah Sarah.
Semua
murid bingung karena Pak Benno memasuki kelas mereka, tetapi tidak dengan
Sarah, Dia
merasa bahagia dan langsung membalas senyuman
gurunya dengan tidak kalah dengan senyum termanis yang dimilikinya yang apabila
orang melihat akan terpesona.
“Baik
Pak!!!”.
Sarah menjawab dengan suara keras yang langsung diikuti oleh seluruh Teman satu
kelas
“Kalian
mungkin bingung kenapa Bapak yang masuk pada jam ini, itu karena bapak sudah
meminta Ibu Dewi untuk masuk jam pelajaran Bapak nanti. Karena Bapak ada kesibukan dan Bapak kesini
hanya ingin memberi tugas dan sekaligus memberi informasi bahwa apabila ada anak yang berminat
untuk membuat cerpen agar mendatangi Bapak besok!!!”. Pak benno menjelaskan, agar anak-anak
muridnya tidak merasa bingung dengan kedatangannya.
“Pak, apakah
itu bisa diikuti oleh seluruh Siswa?”.
Sarah mennanggapi pemberitahuan guru yang sangat disukainya
“Iya, itu boleh diikuti seluruh
siswa tetapi,
itu akan diseleksi terlebih dahulu untuk
dikirim”.
Jawab Pak Benno singkat
“Ada pertanyaan lagi, terkecuali syarat-syarat membuat cerpen?”. Pak Benno menambahkan
“Tidak ada Pak”. Anak-anak menjawab dengan serempak
Bel pulang berbunyi seluruh siswa
langsung bersiap-siap pulang seperti anak-anak yang sedang senang karena
mendapatkan hadiah dan langsung berdoa, sebelum keluar pintu mereka bersalaman dengan guru. Matahari yang
sangat panas menyinari bumi tetapi tidak membuat Sarah dan kedua sahabanya
berhenti melakukan aktivitas. Hari ini mereka melaksanakan hal yang sudah lama direncanakan.
“Oke…kita pulang ke asrama untuk
ganti baju dan setelah itu Aku
dan Mira membeli kue !”. Sarah
memulai percakapan dengan santai
“Oke, tapi bagaimana caranya kita
pergi ke Toko kuenya Ra?”. Mira
menjawab dengan bingung
“Tenang Sarah pasti punya solusinya”. Mia langsung menjawab pertanyaan Mira dengan ekspresi
tenang
“ Itu pasti, kalau gak bisa berarti
itu namanya bukan Sarah”. Sarah
membanggakan diri dengan tertawa kecil untuk membuat temannya ikut tertawa. Mereka
tertawa bersama dibawah terik
matahari yang sangat panas dan menyilaukan mata.
***
“Ya Allah semoga kami bertiga tidak
akan pernah terpisahkan”.
Sarah mendapatkan giliran berdoa yang terakhir dan setelah itu mereka langsung
makan kue yang dibeli tadi siang dengan menggunakan motor Satpam yang menjaga
asramanya.
“Mir, jangan lupa untuk memberikan
kuenya buat Pak Eko sebagai tanda terimakasih kita telah meminjamkan motornya”. Sarah mengingatkan sahabatnya untuk
berbuat baik terhadap orang lain.
“Oh..iya, ayo kita kesana !”.
Mira baru menyadari. Sarah dan kedua sahabatnya langsung menuju pos Satpam
untuk memberikan kue yang sudah dilainkannya.
“Ini Pak ada sedikit kue yang bisa
kami berikan, sebagai tanda terimakasih” Sarah mewakili kedua sahabatnya
“Iya terimakasih, gak usah repot-repot Nak, kalau boleh
tau merayakan dalam hal apa ini ?”. Pak
Eko bertanya sembari mengambil kue yang diberikan Sarah
“ Hari jadi persahababatan kami Pak”. Jawab mereka serempak dengan senyum
bahagia dan penuh cinta dalam kehidupan persahabatannya.
***
Pagi yang cerah dengan suara
ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh siswa yang
hari ini mendapatkan tugas. Sarah salah satu anggota osis yang rajin dan Dia tidak pernah terlambat datang
kesekolahnya. Dia selalu menunggu sahabatnya yang selalu datang terlambat ke sekolah.
“Alah kapan sih kalian insafnya
untuk tidak selalu datang terlambat” Sarah sedikit ngambek dengan kedatangan
sahabtanya yang sering terlambat
“Aduh….Maaf ya Ra, menurut kami ini
gak terlambat, buktinya kami datang bel
berbunyi”.
Jawab Mia dengan santainya dengan menaiki tangga sedikit tergesa-gesa karena Dia belum mengerjakan tugas yang hari ini
akan dikumpul.
Mereka tertawa bersama sambil
menaiki tangga dengan sedikit berlari, karena ketakuatan kalu guru mereka akan lebih dulu memasuki
kelasnya
***
“Ra, ayo
kita ke kantin”. kedua sahabtanya mengajak dia dengan
memanggilnya lewat jendela
“Aduh….gak bisa ikut nih, di panggil
Pak Benno ke ruang Guru”.
Jawabnya singkat
“Ya udah nanti temui kami disana aja
ya!”. Mira terlihat kecewa dengan jawaban
sarah.
Sarah hanya menganggukkan kepala dan
langsung melanjutkan kembali aktivitasnya,
agar cepat menemui Pak Benno.
“Assalamualaikum”. Dia mengucapkan salam dan dijawab oleh seluruh guru yang ada
dalam ruangan tersebut. Sarah langsung menedekati tempat duduk Pak Benno
“Bapak memanggil saya?”. Dia bertanya dengan tersenyum. Lesung
pipi terlihat sangat jelas yang membuat
orang iri dengan ciri khasnya tersebut.
“Iya!”. Jawab
Pak Benno singkat dan langsung menjelaskan apa maksud beliau memanggilnya
keruangan guru.
Setelah selesai dipanggil dia
langsung ingin menuju ke Kantin tetapi bel masuk berbunyi dan akhirnya dia
tidak jadi menuju kesana tapi langsung menuju ke kelasnya.
“Ra, kenapa
kamu dipanggil Pak Benno?”.
Andre bertanya dengan langsung duduk disamping Sarah
“Em….Aku konsultasi tentang membuat
cerpen!”.
Sarah menjawab singkat yang kelihatan sedikit sibuk membolak-balik halaman
bukunya
“Oh…kapan lombanya ?”. Untuk kedua kalinya Andre bertanya
“ Besok sampai tanggal 20 april,
doa kan aku berhasil ya An!”. Jawabnya singkat sekaligus sedikit
meminta bantuan kepada Andre
“ Hahahahaha Mimpi”. Jawab Andre yang langsung mulai
menjahilinya. Disanalah awal mulai perdebatan diantara mereka berdua. Walaupun
sering bertengkar Dia dan Andre sangat dekat dalam kelas
***
“Ra, bagaimana setelah pulang
sekolah kita makan bareng diwarung ?”.
Mia mengandeng bahunya dan Mira memengang tangannya
“ Maaf…hari ini aku ada Job alias sibuk”. Jawabnya singkat. Sarah sedih menolak
ajakan
Sahabatnya.
Dan sahabatnya sedikit kecewa tetapi mereka memakluminya, maklum anak kesyangan
guru kata sahabtanya.
***
Tiga minggu ini Sarah sibuk dengan
kegiatan untuk
menyiapkan program osis yang membuatnya dan sahabatnya tidak sering kumpul bersama
sehingga kedua sahabatnya merasa dilupakan oleh Sarah. Saat itu Dia ditugaskan untuk membeli minuman oleh
Ketua Osis dan disanalah mereka bertengkar
sehingga menimbulkan mereka dipanggil ke ruang BK.
“Dia yang memulai duluan Bu, dia
menyinggung saya sebagai teman yang sok sibuk!”. Sarah membela diri dengan kesal yang melihat kedua
sahabatnya tidak mengerti keadaannya sekarang.
“Iya Bu, memang kami yang memulai” Mira dan
Mia menjawab dengan jujur dan agak sedikit kecewa melihat Sarah menyalahkan
mereka. Sarah langsung disuruh keluar karena Dia akan pergi keruang osis untuk
melanjutkan kegiatannya, sedangkan sahabatnya diberi nasehat sampai akhirnya
bel masuk berbunyi.
***
Lama tidak saling menerima kabar
dengan sahabatnya, Sarah pulang ke rumahnya dengan izin keperluan keluarga.
Setelah beberapa bulan Sarah tidak ada kabar sahabatnya merindukan dirinya.
“Kangen Sarah yang selalu memarahi
kita apabila telat datang ke sekolah”. Mia
melangkah gontai menaiki tangga bersama Mira yang berada disampingnya
“Iya,kapan dia kembali kesini?”. Mira bertanya entah dengan siapa
Mereka berdua memasuki kelas dan Bel
tanda masuk berbunyi. Mereka terkejut melihat para osis datang ke setiap kelas
dengan membawa kotak amal.
“Assalamualaikum Wr.Wb. Kami beritahukan bahwa teman kita yang
bernama Sarah Putri Anjani sedang mengalami masa kritis dirumah sakit An-Nur
katanya sakit Kanker Otak, maka dari itu kami ingin meminta bantuan sukarela
dari teman-teman semua”. Ketua
Osis dengan ekspresi sedih memberitahukan
bahwa salah satu anggotanya sedang sakit.
Mira dan Mia langsung syok mendengar
informasi yang baru saja didengarnya. Setelah bel istirahat berbunyi mereka
langsung menuju kelas 1-A untuk menemui Andre dan mengajak Seluruh Anak kelasnya menjenguk Sarah yang ada di rumah sakit.
***
Setelah
sampai dirumah sakit mereka langsung menuju ruangan dimana Sarah dirawat tetapi
Sarah sudah tidak ada lagi di atas kasur putih, yang ada hanya bantal berwarna putih. Mia melihat
Andre yang menangis tersedu-sedu, melihat
keadaan itu Mia langsung mendekatinya. Andre menceritakan kembali apa yang
didengarnya dari Keluarga Sarah tentang semua kejadian yang dialami Sarah
sebelum pergi dari dunia yang indah ini.
Innalillahi
Wainnalillahirojiun maafkan Aku Sahabat yang sudah membuatmu tersiksa karena
diriku. Mira berkata dalam hati.
Semoga amal ibadahmu
diterima disisi-Nya sahabat, kami disini selalu mengingat dan mencintaimu. Mia
ikut berkata dalam hati.
Belum ada Komentar untuk "Sahabat - Karya Sarianah"
Posting Komentar