google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A Sahabat - Karya Sarianah - PULPENWANKERTAS

Sahabat - Karya Sarianah




Sudah satu minggu Sarah sekolah di MA Darul Azhar. Dan disanalah Dia memulai hidup yang baru bersama sahabatnya. Dia sudah bersahabat sejak kelas 1 SMP dengan Mia dan Mira. Tak terasa persahabatan mereka sudah menjalani empat tahun. Dan Sarah merencanakan bahwa tanggal 2 april ini Dia akan merayakan hari anneversery persahabatannya bersama kedua sahabatnya. Saat itu Sarah dan kedua sahabatnya berada di kantin sekolah.
            “Hay Sobat!, bagaimana apakah kita jadi merayakannya?”. Sarah bertanya kepada sahabatnya dengan penuh semangat.
            “Em...,kalau aku terserah kalian saja”. Mira menanggapi pertanyaan sahabat yang sangat Dia sayangi dan yang sealu mengingatkanya bahwa kesehatan itu sangat penting.
            “Bagaimana denganmu Mie?”. Mia teman yang sering dijahili oleh Sarah dan diapun selalu memanggil Mia dengan sebutan Mie
            “Aduh…..kan sudah kubilang berkali-kali jangan panggil Aku Mie, kalau Aku inginnya kita ngerayain sih, soalnyakan kita gak pernah ngerayain sekalipun persahabatan kita, dan sekarang kita sudah kelas 1 SMA lebih baik  kita rayakan saja, oke!”. Mia menanggapi dengan antusias dan tersenyum.
            “Oke!!!”. Jawab Sarah dan Mira Bersama, dengan mengacungkan jempol.
Bel masuk berbunyi, mereka langsung memasuki kelasnya masing-masing. Sarah termasuk anak yang cerdas disekolahnya maka dari  itu Dia tidak sekelas dengan kedua sahabatnya. Pertama masuk sekolah Dia sangat sedih karena terpisah dengan kedua sahabatnya, tetapi setelah sudah lama berada dikelasnya dan menemukan sesosok cowok yang sangat humoris dan mampu membuat Dia mengurangi rasa sedih yang dialaminya.
“An, kamu sudah selesaikan PR Matematika?”. Dia bertanya kepada Andre, cowok yang sangat dekat denganya di dalam kelas.
“Sudah donk, Aku kan anak teladan masa PR dijadikan PS sih?”. Andre menjawab dengan tertawa seperti cirri khas sebagai cowok humoris.
“Hahaha lucu banget”. Sarah menanggapinya dengan gurauan, sambil tertawa kecil.
Belum sempat Andre ingin membalas gurauan Sarah. Guru memasuki ruangan dan menyapa anak muridnya.
“Assalamualaikum anak-anak, bagaimana kabar kalian hari ini?”. Pak Benno guru Bahasa Indonesia menyapa dengan senyuman termanis yang dimilikinya. Pak Benno guru yang sedikit pemarah, tetapi juga termasuk guru yang banyak disukai disekolah Sarah.
Semua murid bingung karena Pak Benno memasuki kelas mereka, tetapi tidak dengan Sarah, Dia merasa bahagia dan langsung membalas senyuman gurunya dengan tidak kalah dengan senyum termanis yang dimilikinya yang apabila orang melihat akan terpesona.
“Baik Pak!!!”. Sarah menjawab dengan suara keras yang langsung diikuti oleh seluruh Teman satu kelas
“Kalian mungkin bingung kenapa Bapak yang masuk pada jam ini, itu karena bapak sudah meminta Ibu Dewi untuk masuk jam pelajaran Bapak nanti. Karena Bapak ada kesibukan dan Bapak kesini hanya ingin memberi tugas dan sekaligus memberi  informasi bahwa apabila ada anak yang berminat untuk membuat cerpen agar mendatangi Bapak besok!!!”. Pak benno menjelaskan, agar anak-anak muridnya tidak merasa bingung dengan kedatangannya.
            “Pak, apakah itu bisa diikuti oleh seluruh Siswa?”. Sarah mennanggapi pemberitahuan guru yang sangat disukainya
            “Iya, itu boleh diikuti seluruh siswa tetapi, itu akan diseleksi terlebih dahulu untuk dikirim”. Jawab Pak Benno singkat
            “Ada pertanyaan lagi, terkecuali syarat-syarat membuat cerpen?”. Pak Benno menambahkan
            “Tidak ada Pak”. Anak-anak menjawab dengan serempak
            Bel pulang berbunyi seluruh siswa langsung bersiap-siap pulang seperti anak-anak yang sedang senang karena mendapatkan hadiah dan langsung berdoa, sebelum keluar pintu  mereka bersalaman dengan guru. Matahari yang sangat panas menyinari bumi tetapi tidak membuat Sarah dan kedua sahabanya berhenti melakukan aktivitas. Hari ini mereka melaksanakan hal yang sudah lama direncanakan.
            “Oke…kita pulang ke asrama untuk ganti baju dan setelah itu Aku dan Mira membeli kue !”. Sarah memulai percakapan dengan santai
            “Oke, tapi bagaimana caranya kita pergi ke Toko kuenya Ra?”. Mira menjawab dengan bingung
            “Tenang Sarah pasti punya solusinya”. Mia langsung  menjawab pertanyaan Mira dengan ekspresi tenang
            “ Itu pasti, kalau gak bisa berarti itu namanya bukan Sarah”. Sarah membanggakan diri dengan tertawa kecil untuk membuat temannya ikut tertawa. Mereka tertawa bersama dibawah terik matahari yang sangat panas dan menyilaukan mata.
***
            “Ya Allah semoga kami bertiga tidak akan pernah terpisahkan”. Sarah mendapatkan giliran berdoa yang terakhir dan setelah itu mereka langsung makan kue yang dibeli tadi siang dengan menggunakan motor Satpam yang menjaga asramanya.
            “Mir, jangan lupa untuk memberikan kuenya buat Pak Eko sebagai tanda terimakasih kita telah meminjamkan motornya”. Sarah mengingatkan sahabatnya untuk berbuat baik terhadap orang lain.
            “Oh..iya, ayo kita kesana !. Mira baru menyadari. Sarah dan kedua sahabatnya langsung menuju pos Satpam untuk memberikan kue yang sudah dilainkannya.
            “Ini Pak ada sedikit kue yang bisa kami berikan, sebagai tanda terimakasih” Sarah mewakili kedua sahabatnya
            “Iya terimakasih, gak usah repot-repot Nak, kalau boleh tau merayakan dalam hal apa ini ?”. Pak Eko bertanya sembari mengambil kue yang diberikan Sarah
            “ Hari jadi persahababatan kami Pak”. Jawab mereka serempak dengan senyum bahagia dan penuh cinta dalam kehidupan persahabatannya.
***
            Pagi yang cerah dengan suara ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh siswa yang hari ini mendapatkan tugas. Sarah salah satu anggota osis yang rajin dan Dia tidak pernah terlambat datang kesekolahnya. Dia selalu menunggu sahabatnya yang selalu datang terlambat ke sekolah.
            “Alah kapan sih kalian insafnya untuk tidak selalu datang terlambat” Sarah sedikit ngambek dengan kedatangan sahabtanya yang sering terlambat
            “Aduh….Maaf ya Ra, menurut kami ini gak terlambat, buktinya kami datang bel berbunyi”. Jawab Mia dengan santainya dengan menaiki tangga sedikit tergesa-gesa karena Dia belum mengerjakan tugas yang hari ini akan dikumpul.
            Mereka tertawa bersama sambil menaiki tangga dengan sedikit berlari, karena ketakuatan  kalu guru mereka akan lebih dulu memasuki kelasnya
***
            “Ra, ayo kita ke kantin”. kedua sahabtanya mengajak dia dengan memanggilnya lewat jendela
            “Aduh….gak bisa ikut nih, di panggil Pak Benno ke ruang Guru”. Jawabnya singkat
            “Ya udah nanti temui kami disana aja ya!. Mira terlihat kecewa dengan jawaban sarah.
            Sarah hanya menganggukkan kepala dan langsung melanjutkan kembali aktivitasnya,  agar cepat  menemui Pak Benno.
            “Assalamualaikum”. Dia mengucapkan salam dan dijawab oleh seluruh guru yang ada dalam ruangan tersebut. Sarah langsung menedekati tempat duduk Pak Benno
            “Bapak memanggil saya?”. Dia bertanya dengan tersenyum. Lesung pipi  terlihat sangat jelas yang membuat orang iri dengan ciri khasnya tersebut.
            “Iya!. Jawab Pak Benno singkat dan langsung menjelaskan apa maksud beliau memanggilnya keruangan guru.
            Setelah selesai dipanggil dia langsung ingin menuju ke Kantin tetapi bel masuk berbunyi dan akhirnya dia tidak jadi menuju kesana tapi langsung menuju ke kelasnya.
            “Ra, kenapa kamu dipanggil Pak Benno?”. Andre bertanya dengan langsung duduk disamping Sarah
            “Em….Aku konsultasi tentang membuat cerpen!”. Sarah menjawab singkat yang kelihatan sedikit sibuk membolak-balik halaman bukunya
            “Oh…kapan lombanya ?”. Untuk kedua kalinya Andre bertanya
            “ Besok sampai tanggal 20 april, doa kan aku berhasil ya An!. Jawabnya singkat sekaligus sedikit meminta bantuan kepada Andre
            “ Hahahahaha Mimpi”. Jawab Andre yang langsung mulai menjahilinya. Disanalah awal mulai perdebatan diantara mereka berdua. Walaupun sering bertengkar Dia dan Andre sangat dekat dalam kelas
***
            “Ra, bagaimana setelah pulang sekolah kita makan bareng diwarung ?”. Mia mengandeng bahunya dan Mira memengang tangannya
            “ Maaf…hari ini aku ada Job alias sibuk”. Jawabnya singkat. Sarah sedih menolak ajakan
Sahabatnya. Dan sahabatnya sedikit kecewa tetapi mereka memakluminya, maklum anak kesyangan guru kata sahabtanya.
***
            Tiga minggu ini Sarah sibuk dengan kegiatan untuk menyiapkan program osis yang membuatnya dan sahabatnya tidak sering kumpul bersama sehingga kedua sahabatnya merasa dilupakan oleh Sarah. Saat itu Dia ditugaskan untuk membeli minuman oleh Ketua Osis dan disanalah mereka bertengkar sehingga menimbulkan mereka dipanggil ke ruang BK.
            “Dia yang memulai duluan Bu, dia menyinggung saya sebagai teman yang sok sibuk!”.  Sarah membela diri dengan kesal yang melihat kedua sahabatnya tidak mengerti keadaannya sekarang.
            “Iya Bu, memang kami yang memulai” Mira dan Mia menjawab dengan jujur dan agak sedikit kecewa melihat Sarah menyalahkan mereka. Sarah langsung disuruh keluar karena Dia akan pergi keruang osis untuk melanjutkan kegiatannya, sedangkan sahabatnya diberi nasehat sampai akhirnya bel masuk berbunyi.
***
            Lama tidak saling menerima kabar dengan sahabatnya, Sarah pulang ke rumahnya dengan izin keperluan keluarga. Setelah beberapa bulan Sarah tidak ada kabar sahabatnya merindukan dirinya.
            “Kangen Sarah yang selalu memarahi kita apabila telat datang ke sekolah”. Mia melangkah gontai menaiki tangga bersama Mira yang berada disampingnya
            “Iya,kapan dia kembali kesini?”.  Mira bertanya entah dengan siapa
            Mereka berdua memasuki kelas dan Bel tanda masuk berbunyi. Mereka terkejut melihat para osis datang ke setiap kelas dengan membawa kotak amal.
            “Assalamualaikum Wr.Wb. Kami beritahukan bahwa teman kita yang bernama Sarah Putri Anjani sedang mengalami masa kritis dirumah sakit An-Nur katanya sakit Kanker Otak, maka dari itu kami ingin meminta bantuan sukarela dari teman-teman semua”. Ketua Osis dengan ekspresi sedih memberitahukan bahwa salah satu anggotanya sedang sakit.
            Mira dan Mia langsung syok mendengar informasi yang baru saja didengarnya. Setelah bel istirahat berbunyi mereka langsung menuju kelas 1-A untuk menemui Andre dan mengajak Seluruh Anak kelasnya  menjenguk Sarah yang ada di rumah sakit.
***
Setelah sampai dirumah sakit mereka langsung menuju ruangan dimana Sarah dirawat tetapi Sarah sudah tidak ada lagi di atas kasur putih, yang ada hanya bantal berwarna putih. Mia melihat Andre yang menangis tersedu-sedu,  melihat keadaan itu Mia langsung mendekatinya. Andre menceritakan kembali apa yang didengarnya dari Keluarga Sarah tentang semua kejadian yang dialami Sarah sebelum pergi dari dunia yang indah ini.
Innalillahi Wainnalillahirojiun maafkan Aku Sahabat yang sudah membuatmu tersiksa karena diriku. Mira berkata dalam hati.
Semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya sahabat, kami disini selalu mengingat dan mencintaimu. Mia ikut berkata dalam hati.



Arif Rahman (Bakulaan) Hidup adalah seni yang terus dan terus kita jalani, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah, kadang kita tertawa sejenak dan kadang kita akan menitikan air mata, dan kita hanyalah wayang yang tak tahu sampai mana ending dari seni dunia ini.

Belum ada Komentar untuk "Sahabat - Karya Sarianah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel