google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A Tangisan Si Tiung - Arif - PULPENWANKERTAS

Tangisan Si Tiung - Arif







Berdiriku di tanah rumput
Dengar gaduh suara bamega
Sayup mata melihat tiung
tetesan air mata nan jatuh ke bumi

Apa gerangan nan ditangisi
Tak ada nan mampu mengatur di bumi
Iris hatiku mendengar berita
Ulin gugur tak tahu sebabnya
Gunung turun entah kemana
Batu hitam sudah menghilang



Batulicin, 20 Februari 2010
Arif Rahman (Bakulaan) Hidup adalah seni yang terus dan terus kita jalani, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah, kadang kita tertawa sejenak dan kadang kita akan menitikan air mata, dan kita hanyalah wayang yang tak tahu sampai mana ending dari seni dunia ini.

Belum ada Komentar untuk "Tangisan Si Tiung - Arif"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel