ANTARA NILAI DAN NURANI
Kamis, 25 Mei 2017
Tulis Komentar
Masalah klasik, hampir setiap tahun setiap guru dilema kalau dihadapkan dengan urusan nilai siswanya. Tuntutan profesionalitas dalam pemberian nilai menjadi momok oleh Sang guru. Faktanya dalam proses pemberian nilai kepada siswanya hampir rata-rata Sang guru tidak melakukan secara profesional, sebab di lapangan tidak bisa melakukan hal seperti itu.
Seperti curhatan salah satu Ibu guru yang bernama Lisnawati sekaligus teman saya, dangsanak saya, atau juga teman satu perjuangan saya. Kalau kita analisis postingan Ibu guru tersebut sepertinya Dia menangis melalui tulisannya. Kalimat-kalimat tulisannya itu tak henti-hentinya meratapi penyesalan yang Dia bebankan antara nilai dan nurani. Tugas-tugas yang diberikan oleh Ibu guru tersebut sepertinya selalu memberikan kesempatan kepada siswanya agar nilai yang diharapkan untuk siswanya mampu terpenuhi atau mencapai target. Tapi pada kenyataan si anak/ siswanya tak menghiraukan perkataan Ibu guru tersebut, sudah dikasih hati dan jantung, tetap saja tidak mengambil atau kasarnya tidak menghiraukan. Benar saja, tindakkan siswanya tersebut membuat hati Ibu guru tersebut bercampur seperti makanan gado-gado atau permen nano-nano.
Ya... Itulah potret siswa di era sekarang. Ingin mendapatkan nilai yang baik, tapi prosesnya tidak ada, bahkan tidak mau mengerjakan. Dikerasi sedikit pasti hukum yang berbicara. Tapi pada intinya begitulah kelakuan siswa. Wajarlah mereka di masukan ke sekolah, karena mereka perlu bimbingan khusus di sekolah.
Yuk... Mari Para guru kita rame-rame mendoakan siswa kita agar mereka dapat hidayahNya dan bauuntung batuah. Siapa sangka, kelak mereka akan menjadi orang yang berguna di masyarakat dan menjadi pemimpin Bangsa yang baik. Sebab kita hanya sebagai guru dan tetap terus menjadi guru hanya dapat mendoakan saja!
AR_86

Belum ada Komentar untuk "ANTARA NILAI DAN NURANI"
Posting Komentar