google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A SAPATAH TENTANG CERPEN GADIS WARUNG KARYA RAHMIYATI - PULPENWANKERTAS

SAPATAH TENTANG CERPEN GADIS WARUNG KARYA RAHMIYATI

Rahmiyati dalam cerpen Gadis Warung (Radar Banjarmasin, Minggu 4 Juni 2017), ini menceritakan tentang sosok pwarung jablai. Warung Jablai memang sangat banyak ditemukan di kawasan luar kota Banjarmasin, salah satunya di kawasan Jorong Tanah Laut, hampir berjejer ramai di pinggir jalan raya. Setiap warung menawarkan jajanan misalnya kopi, nasi, mie bakuhup (mie yang direndam dengan air panas), dan lain-lain.

erempuan yang profesinya sebagai pedagang kios khusus di malam hari atau dalam istilah masyarakat Banjarmasin mengatakan
Sebenarnya warung atau kios ini, namanya bukan warung jablai, sama seperti warung pada biasanya di siang hari, tujuannya melayani para pengendara yang ingin melepas lelahnya dalam perjalanan yang jauh. Namun pandangan masyarakat sekitar, kehadiran warung di malam hari ini  membuat resah kawasan sekitar. Identiknya dengan pakaian yang seksi, pelayanan yang menggoda, bahkan pedagan atau penjualnya muda-muda membuat warung ini menjadi negatif, dan dijuluki sebagai warung jablai
Si pengarang  ingin mencoba menjelaskan bahwa sosok Gadis Warung tidak semuanya menerapkan pelayanannya dengan rayuan gombalnya. Seperti yang digambarkan oleh tokoh utama si Ris. Pengarang mencoba memberikan nasihat-nasihat dengan menggunakan karakter tokoh utama Ris. Bahwa sosok gadis warung bukan perempuan murahan, dia adalah perempuan seperti pedagang-pedagang biasanya, dan yang utamanya lagi dia merupakan perempuan yang taat beribadah. Walaupun dengan dia berdagang sebagai gadis warung sangat bertentangan dengan nuraninya.
Di balik cerpen tersebut, sepertinya ada pesan yang ingin disampaikan secara tidak langsung kepada pedangan warung malam, bahwa selama bulan Ramadhan hendaknya warung-warung malam tersebut lebih baik tutup sementara waktu. Gunakanlah bulan Ramadhan untuk beribadah sebaik-baiknya.
  
Ar_86


Arif Rahman (Bakulaan) Hidup adalah seni yang terus dan terus kita jalani, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah, kadang kita tertawa sejenak dan kadang kita akan menitikan air mata, dan kita hanyalah wayang yang tak tahu sampai mana ending dari seni dunia ini.

Belum ada Komentar untuk "SAPATAH TENTANG CERPEN GADIS WARUNG KARYA RAHMIYATI"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel