google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A PARA PENULIS DAN SASTRAWAN TANAH BUMBU - PULPENWANKERTAS

PARA PENULIS DAN SASTRAWAN TANAH BUMBU

Mencari data tentang Para Penulis Tanah Bumbu, memang sangat minim ditemukan dipencarian google. Hanya ada beberapa item yang mungkin didapat. Itupun kemungkinan berita yang diulas hanya sedikit. Ketika saya bertemu salah satu penulis Tanah Bumbu yaitu Puja Mandela atau juga salah satu pendiri dari Majels HahaHiHi mengatakan  data tentang penulis atau  sastrawan Tanah Bumbu sangat jarang didapat. Padahal kabupaten Tanah Bumbu banyak memiliki para penulis termasyarur. Namun karena tidak adanya media yang mengeskpose mereka maka di Kabupaten mereka sendiri hampir tidak mengetahui siapa mereka sebenarnya. Padahal keberadaan mereka di luar daerahnya sangat dikenal karya-karyanya.





Nah, Kali ini saya mencoba mengenalkan para sastrawan atau penulis Tanah Bumbu melalui postingan ini walaupun dengan modal pengetahuan sedikit dari saya. Berikut nama-nama penulis dan sastrawan dari Tanah Bumbu :

1. Andi Jamaluddin AR.AK


Dia merupakan tokoh penting dalam pergerakan sastra di Tanah Bumbu dan juga sekaligus pembina dari Bagang Sastra Tanah Bumbu. Dia juga masih aktif sebagai pegawaian negeri di SKB Tanah Bumbu. Saat ini Andi Jamaluddin atau Jarak Fajar sebutannya merupakan panutan para guru Bahasa Indonesia di Tanah Bumbu, sebab melalui tangan dingin dan motivasi dia, banyak para guru Bahasa Indonesia dan siswa-siswa di Tanah Bumbu terlibat aktif menulis khususnya di bidang puisi. Pada Tahun 2012 dia pernah mendapatkan hadiah seni dari Gubernur Kalse. Pada tahun 2016 dia mendapatkan anugrah seni 'Astaprana'. Tulisan-tulisannya telah banyak beredar di tingkat nasional. Bahkan predikat juara penulisan tingkat nasional pun pernah dicicipi oleh dia  
Kumpulan puisi tunggal maupun antologi bersama sering menghiasi di dunia penulisan seperti ; Memo untuk Presiden, Siluet Rumah Laut, Membuka Cakrawala Menyentuh Fitrah Manusia, Masih Ada Kapal-Kapal, Jalan Mulai Terang, Aku Adalah Ombak dan masin banyak yang lain lagi.


2. M. Johansyah



Sosok M. Johansyah memang tidak terlalu asing lagi bagi masyarakat Tanah Bumbu yang suka mendengarkan radio dangdut. Pria kelahiran Murung Pudak, 13 Sepetember 1963 ini  merupakan pimpinan cabang dari radio Nirwana Tanah Bumbu dan juga ketua dari Bagang Sastra Tanah Bumbu. Tulisan-tulisannya sering diperbicangkan para sastrawan sebab ulasan-ulasan yang dia tulis sering menganalogikan kehidupan sehari-hari yang jarang orang terpikirkan

3. Tato A. Setyawan


Tidak terlalu banyak para aparatur Tanah Bumbu mengetahui bahwa dia juga seorang penulis profesional. Lelaki yang lahir di Malang 14 Agustus 1973 ini hanya dikenal sebagai seorang pejabat di Kabupaten Tanah Bumbu. Padahal Tato A. Setyawan merupakan otak dari dari munculnya Majelis Seni Lesehan. Lelaki ini menggambarkan hidup yang sederhana dan humoris. Ketika dia sudah melepaskan seragam PNS-nya, tingkah lakunya tidak seperti pejabat-pejabat yang ada. Sikap humorislah yang menjadikan dia akrab dengan rekan-rekan penulis. Adapun beberapa cerpen yang dia tuliskan pernah dimuat di harian Banjarmasin Post dan Media Kalimantan. Karya dia yang fenomenal salah satunya 
Tragedi Buah Manggis, Bentara Bagang, Elegi Rindu Senja dan masih ada yang lain lagi.


4. Puja Mandela














Pria penulis buku Tak Semua Hal Harus Masuk Akal, memang sangat menginspirasi para pemuda Tanah Bumbu. Dia merupakan salah satu penulis yang rajin dan aktif dibidang tulisan.  Pria yang juga hobi bermain musik ini sangat berambisi ingin membangkitkan para pemuda untuk terus menulis. Tulisannya kadang-kadang mengandung celetukkan dan tidak jarang rekan-rekannya menanggapi tulisannya sebagai tulisan kritik humoris dan satire. Lewat Ngaji Jurnalistik, sudah ada beberapa pelajar dan mahasiswa yang terinspirasi oleh dia. Puja Mandela juga merupakan salah aktor yang meramaikan dunia kesusastraan di Tanah Bumbu. Salah satu ide dari dia yaitu adanya Majelis Seni Lesehan yang sering diadakan setiap bulan Kabupaten Tanah Bumbu. Tidak heran di kalangan pelajar yang senang di seni pasti tau dengan Puja Mandela.


5. Arif Rachmantudin



Lelaki yang sering disebut rekan-rekannya dengan nama Bang Arif ini tidak terlalu banyak menampakan ketajamannya di bidang tulis-menulis. Tetapi dia merupakan orang yang sangat berpengaruh di dunia sastra Tanah Bumbu. Sebenarnya nama lengkap Arif Rachman, karena di komunitas para penulis sastra Tanah Bumbu ada juga bernama Arif Rachman, maka dia mengganti sebutan di inisial face booknya dengan nama Arif Rachmantudin. Lelaki yang sangat fanatik dengan Iwan Fals ini merupakan penggagas di Majelis Seni Lesahan Tanah Bumbu. Tanpa Dia maka acara Mejelis Seni Lesehan ini seakan tidak mempunyai aura. Lelaki ini pernah dijuluki sebagai penyair yang jarang membikin puisi. Padahal sebenarnya dia merupakan penulis yang sangat fenomenal.



6. Mia Ismed


Wanita kelahiran Lampung Timur 8 Agustus 1982 ini juga merupakan salah satu penulis Tanah Bumbu. Sebagai salah satu cerpenis wanita yang terlacak di Tanah Bumbu dia merupakan guru pengajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Simpang Empat. Penghargaan yang pernah dia dapatkan yaitu artikel  pertama yang berjudul Bahasa Gaya Sebuah Tantangan meraih juara 3 dalam event lomba penulisan tingkat guru se-Kalsel pada tahun 2014. Menyabet juara 2 dalam penulisan naskah drama se-Kalsel pada tahun 2015. Juara 2 dalam festival sastra penulisan naskah drama UGM pada tahun 2016. Cerpen monolog yang berjudul Lapak ikut nimbrung di buku kumpulan cerpen bersama dalam event Seminar Internasional Sastra Indonesia - Malayasia di UGM Yogyakarta tahun 2016. Dan terkahir dia membuat kumpulan cepen dengan Jejak Kopimu tahun 2017.


7. Fauzi Rohmah


Wanita kelahiran 1 Juni ini merupakan cerpenis wanita Tanah Bumbu. Dia merupakan salah seorang guru Bahasa Indonesia yang berprestasi di SMK Negeri 1 Kusan Hilir. Wanita ini juga merupakan anggota dari Bangang Sastra. Karya-karya dia banyak bertebaran di kancah lokan dan nasional. Salah satu kumpulan cerpennya yaitu Sayap-sayap Malaikat.


8. Akhmad Cahyo Setio


Lelaki ini lahir 22 November. Dia juga merupakan anggota aktif di Bagang Sastra Tanah Bumbu. Karya-karya dia khususnya di bidang puisi tidak diragukan lagi. Prestasi yang dia dapat ketika itu pernah masuk di jajaran penulis Internasional Indonesia - Malaysia di UGM Yogyakarta pada tahun 2016.


9. Mahda Emjie


Kelahiran di Ilung HST, 3 Januari 1987. Dia menggeluti seni dan sastra dengan bergabung di Teater Banjarmasin. Mahda Emjie juga salah satu anggota dari Bagan Sastra. Saat ini dia tingga di kawasan Kecamatan Satui dan bekerja di SMK Negeri 1 Satui. di kalangan para seniman Kalsel nama Mahda Emjie ini tidak asing lagi bagi mereka. Karyanya sering dimuat di berbagai kumpulan antologi penyair Kalsel salah satunya yaitu Melepas Tubuh dalam Cahaya, Percakapan Laut di Sungai Kusan dan masih banyak lagi.

10. Diah Arif













Wanita kelahiran Banua Raya 27 Februari 1987 ini merupakan seorang guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Batulicin. Dari kecerdikan dia, banyak siswa-siwanya gemar menulis. Salah satu yang mengejutkan di Tanah Bumbu yaitu  membuat sebuah antologi puisi Kutitip Rindu di Sajakku. Terakhir dia membuat buku puisi tunggal dengan judul Penawar Jiwa


11. Rind Dea Putri


 

Dea sebutan namanya kelahiran 21 Agustus 1996 juga merupakan penulis Tanah Bumbu dan anggota aktif Bagang Sastra. Wanita yang hobinya membaca puisi ini juga pernah karyanya dimuat di harian Banjarmasin post. Adapun karya-karya dia yang menghiasi di dunia kancah literasi yaitu Mengurai Ombak Menggapai Riak, Coklatnya, Mappanretasi, Payung Hitam, Lilin Kecil dan masih banyak lagi.


12. Indah Dwi Rohmawati


Anggota Bagang Sastra dan guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 8 Mantewe. Lahir di kota Magetan 21 Maret 1987 ini juga banyak mengantarkan siswanya menjadi penulis. Walaupun tempat kerja atau sekolah dia agak jauh dari pusat perkotaan, maka jangan dianggap remeh tulisan-tulisan dia dan siswanya. Adapun karya dia pernah dimuat Antologi Aruh Sastra Kab. Tanah Laut 2016.


13. Guru Lukman



Siapa yang tidak tahu dengan Guru Lukman, pastilah pencinta seni dan guru Bahasa Indonesia di Tanah Bumbu sangat kenal dengan dia. Keterampilan dia dengan seni perannya sering mengantarkan siswanya  di kancah nasional. Memang tulisan-tulisan dia sangat jarang ditemukan. Tetapi keterampilan dia dengan seni perannya sangat di apresiasi oleh kalangan-kalangan sastrawan di Tanah Bumbu. Pria yang sangat pendiam ini sekarang bertugas di SMP Negeri 1 Kusan Hilir.


14. Aris Purnomo


Pria yang hobi menulis ini  memiliki skil yang jarang dimiliki setiap orang. Keahlian lukis sketsa yang dimilikinya sering mendapat pujian dari rekan-rekannya. Mas Aris sebutan rekan-rekannya merupakan sosok yang sederhana dan sering berbagi ilmu seni lukis. Dia juga salah satu penggagas dalam acara Seni Lesehan Sastra Kab. Tanah Bumbu.

15. Bambang Sucipto













Pria yang sering disebut Presiden Satui ini merupakan pendiri padepokan Laladang Rindu Ngosongo. Mantan calon kandidat Ketua Dewan Kesenian ini sangat aktif menulis dengan berbau lingkungan atau save meratus. Menurut dia dengan menulis itulah cara yang paling efektif menyampaikan suara hati secara langsung dan dengan menulislah dapat menciptakan perubahan.


Nah, itulah para penulis dan sastrawan Tanah Bumbu yang sering mewarnai di kancah lokal dan nasional bahkan internasional. Sebenarnya masih ada lagi beberapa penulis dan sastrawan dari Tanah Bumbu. Namun karena adanya keterbatasan, maka hanya itulah yang dapat saya informasikan. Semoga dengan adanya sedikit informasi ini, sastra di Kab. Tanah Bumbu  menjadi maju.


ar_86





Arif Rahman (Bakulaan) Hidup adalah seni yang terus dan terus kita jalani, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah, kadang kita tertawa sejenak dan kadang kita akan menitikan air mata, dan kita hanyalah wayang yang tak tahu sampai mana ending dari seni dunia ini.

Belum ada Komentar untuk "PARA PENULIS DAN SASTRAWAN TANAH BUMBU"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel