Pesan untuk Istriku - Puja Mandela
Minggu, 02 Desember 2018
Tulis Komentar
Satu hal yang selalu kuminta dari istriku adalah senantiasa mendoakan suaminya agar tidak sukses secara materi; tidak menjadi orang kaya, pengusaha, pejabat, atau memiliki pekerjaan lain yang membuat suaminya punya kesempatan untuk kawin lagi.
Di kalangan para suami, permintaan ini mungkin tidak populer, tetapi memang permintaan itu sering kali kusampaikan kepada istriku, siang dan malam.
Aku berkata padanya: biarlah suamimu menjadi orang biasa. Tetap menjadi jurnalis medioker, penulis ecek-ecek, fotografer amatir, atau kadang-kadang menjadi salah satu gitaris di sebuah band gagal yang sama sekali tak pernah mengeluarkan satu single hits di belantika musik populer.
Saat aku masih kecil, orang tuaku bertanya padaku: apa cita-citamu jika besar nanti? Aku menjawab: jadi orang biasa. Di kesempatan lain, orang-orang bertanya lagi: apa cita-citamu, nak? Lagi-lagi aku menjawab: ingin jadi orang biasa seperti bapakku. Jadi, aku memohon dengan sungguh-sungguh kepada istriku agar dapat memenuhi cita-cita besarku: menjadi orang biasa.
Pesan serius lain yang kusampaikan kepadanya adalah: jangan biarkan suamimu pegang banyak duit. Juga jangan biarkan suamimu memegang kartu ATM. Itu bisa saja ia salahgunakan untuk mentraktir wanita, mengajak jalan-jalan mantan kekasihnya, atau sekadar nongkrong di warung jablay.
"Biarkan suamimu ke luar rumah hanya membawa baju, celana, dan tentu saja celana dalam," begitu aku berkata padanya. Pokoknya, segala macam potensinya untuk berbuat yang "tidak tidak" harus diminimalisir.
Istriku mengangguk. Ia setuju. Ia terharu padaku. Ia berjanji akan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan agar suaminya benar-benar menjadi orang biasa agar tidak dilirik dan agar suaminya tidak pede untuk mendekati wanita, dari janda, ABG labil, cabe-cabean atau mungkin istri orang. Apalagi ia tahu betul suaminya tak hanya rentan godaan, tapi juga lemah iman.
Sementara istriku khusyuk berdoa, akupun terus berdoa kepada Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Sambil meneteskan air mata, aku berkata: Ya Tuhan, kalau engkau sayang padaku, tolong jangan kabulkan doa istriku.
pjm
Di kalangan para suami, permintaan ini mungkin tidak populer, tetapi memang permintaan itu sering kali kusampaikan kepada istriku, siang dan malam.
Aku berkata padanya: biarlah suamimu menjadi orang biasa. Tetap menjadi jurnalis medioker, penulis ecek-ecek, fotografer amatir, atau kadang-kadang menjadi salah satu gitaris di sebuah band gagal yang sama sekali tak pernah mengeluarkan satu single hits di belantika musik populer.
Saat aku masih kecil, orang tuaku bertanya padaku: apa cita-citamu jika besar nanti? Aku menjawab: jadi orang biasa. Di kesempatan lain, orang-orang bertanya lagi: apa cita-citamu, nak? Lagi-lagi aku menjawab: ingin jadi orang biasa seperti bapakku. Jadi, aku memohon dengan sungguh-sungguh kepada istriku agar dapat memenuhi cita-cita besarku: menjadi orang biasa.
Pesan serius lain yang kusampaikan kepadanya adalah: jangan biarkan suamimu pegang banyak duit. Juga jangan biarkan suamimu memegang kartu ATM. Itu bisa saja ia salahgunakan untuk mentraktir wanita, mengajak jalan-jalan mantan kekasihnya, atau sekadar nongkrong di warung jablay.
"Biarkan suamimu ke luar rumah hanya membawa baju, celana, dan tentu saja celana dalam," begitu aku berkata padanya. Pokoknya, segala macam potensinya untuk berbuat yang "tidak tidak" harus diminimalisir.
Istriku mengangguk. Ia setuju. Ia terharu padaku. Ia berjanji akan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan agar suaminya benar-benar menjadi orang biasa agar tidak dilirik dan agar suaminya tidak pede untuk mendekati wanita, dari janda, ABG labil, cabe-cabean atau mungkin istri orang. Apalagi ia tahu betul suaminya tak hanya rentan godaan, tapi juga lemah iman.
Sementara istriku khusyuk berdoa, akupun terus berdoa kepada Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Sambil meneteskan air mata, aku berkata: Ya Tuhan, kalau engkau sayang padaku, tolong jangan kabulkan doa istriku.
pjm

Belum ada Komentar untuk "Pesan untuk Istriku - Puja Mandela"
Posting Komentar