google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A BAB 3 - MENYERAP INFORMASI DALAM CERAMAH - PULPENWANKERTAS

BAB 3 - MENYERAP INFORMASI DALAM CERAMAH

 


A.   MENYERAP INFORMASI DARI CERAMAH

Salah satu jenis informasi lisan yaitu bisa diperoleh dari ceramah. Kegiatan ceramah Sering kita temui di berbagai lingkungan seperti di sekolah, pertemuan warga, dan sebagainya. Ceramah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi pengetahuan, dan sebagainya. ceramah umumnya disampaikan oleh orang-orang yang menguasai bidangnya dan mendengarkan biasanya melibatkan banyak orang atau banyak audiens. medianya bisa secara langsung ataupun melalui sarana komunikasi seperti televisi dan radio, dan media lainnya. Informasi yang disampaikan dalam ceramah umumnya informasi yang hangat atau aktual.

  1. Pengertian dan jenis-jenis ceramah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa ceramah adalah pidato oleh seseorang yang dihadapkan banyak pendengar mengenai suatu hal atau pengetahuan, dan sebagainya. ceramah juga dapat diartikan sebagai bentuk dari dakwah yang berarti menyampaikan ajaran-ajaran, nasehat untuk teman mengajak seseorang secara lisan.

Pada dasarnya ada dua jenis ceramah, yaitu ceramah umum dan ceramah khusus

     Ceramah umum

Ceramah umum adalah pesan yang bertujuan memberikan nasihat dan petunjuk-petunjuk, sementara ada audiens yang bertindak sebagai pendengar. Sedangkan maksud umum adalah keseluruhan atau siapa saja, khalayak ramai, masyarakat luas atau lazim.

     Ceramah khusus

Ceramah khusus artinya memiliki makna khusus, yaitu tersendiri, istimewa,Tak ada yang lain dari. Jadi, ceramah khusus berarti ceramah yang bertujuan untuk memberikan nasihat-nasihat kepada pendengar atau khalayak tertentu dan juga bersifat khusus atau, baik itu materi maupun yang lainnya.

 

  1. Komponen-komponen dalam ceramah

Jalan ke rumah terdapat komponen atau unsur-unsur, yaitu penceramah, atau pendengar, dan materi

  1. Memahami informasi dalam ceramah

Memahami informasi dalam ceramah sangat kita perlukan sebagian besar informasi kita peroleh dari sumber media politik pada dasarnya, informasi yang bersumber dari media akan terus mengalami perubahan sesuai dengan kondisi.

Jenis-jenis informasi dapat dikategorikan sebagai berikut.

a.    Informasi berdasarkan fungsi adalah informasi menambahkan pengetahuan tentang informasi yang mengajari membaca, dan informasi yang hanya menyenangkan pembaca yang bersifat fictional atau khayalan

b.    Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Di media massa dikenal sebagai bentuk penyajian, yaitu dalam bentuk tulisan, foto, karton, dan karikatur. Dalam bentuk tulisan dikenal bentuk berita, artikel, karangan tentang, resensi tenda kemah kolom, dan karya fiksi.

c.    Informasi berdasarkan lokasi peristiwa, yaitu informasi berdasarkan tempat kejadian peristiwa berlangsung. Jenis informasi dibagi menjadi informasi daerah, nasional, dan mancanegara.

d.    Informasi berdasarkan bidang kehidupan. Bidang-bidang yang biasanya dibedakan itu, misalnya pendidikan, olahraga, musik dan tokoh sastra, budaya, dan IPTEK pada.

  1. Menelaaah bagian penting dan permasalahan aktual dalam ceramah

Agar bisa memahami hal-hal penting berupa informasi dalam ceramah atau, Anda harus mengetahui bagian penting dari suatu ceramah. bagian penting dari suatu ceramah yaitu berupa permasalahan atau pandangan umum, argumentasi berupa pendapat dan fakta, serta saran atau rekomendasi.

 

B.   Mengidentifikasi Struktur Ceramah

Struktur ceramah disusun oleh sebagai berikut.

  1. Pembuka

Bagian ini merupakan awal dari teks ceramah. Bagian pembuka ini bisa berupa pengenalan isu, masalah, pendapat umum, pandangan pembicara atau penceramah mengenai suatu hal atau permasalahan.

Contoh

Pemilihan kata-kata oleh masyarakat hasil akhir ini cenderung semakin menurun kesatuannya dibandingkan dengan zaman saya dulu ketika anak-anak. Hal tersebut tampak depan ungkapan-ungkapan banyak kalangan dalam masyarakat pendapat dan perasaan-perasaannya, seperti ketika berdemonstrasi ataupun rapat rapat umum. Kata-kata mereka kasar menyerang dan tentu saja hal itu sangat menguras hati yang menerimanya

 

  1. Isi

Bagian ini merupakan rangkaian argumen atau pendapat yang disampaikan oleh pembicara mengenai topik yang diangkat menjadi bahan materi ceramah. Bagian ini saling berkaitan dengan bagian sebelumnya, yaitu tesis atau pembuka. Pada bagian ini, argumen-argumen pembicara diperkuat dengan fakta yang ada.

Contoh

Fenomena tersebut menunjukkan adanya penurunan standar moral dan moral, agama, dan tata nilai yang berlaku dalam masyarakat itu. Ketidaksantunan berkaitan pula dengan rendahnya penghayatan masyarakat terhadap budayanya, sebab kesantunan berbahasa itu tidak hanya berkaitan dengan kecepatan dalam pemilihan kata ataupun kalimat. Kesantunan itu berkaitan pula dengan adab pergaulan yang berlaku dalam masyarakat itu.

 

  1. Penutup

Bagian penutup bisa juga disebut penegasan kembali dari penceramah. Bagian ini berisi simpulan atau rangkuman-rangkuman sebagai hasil penalaran dari pernyataan pernyataan yang telah dikemukakan sebelumnya.

Contoh

Berbahasa santun seharusnya sudah menjadi suatu tradisi yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil. Anak perlu dibina dan dididik berbahasa santun dan titik Apabila dibiarkan, tidak mustahil rasanya kesantunan itu akan hilang sehingga anak itu kemudian menjadi orang yang arogan toko Makassar, dan kering dari nilai-nilai etika dan agama. Tentu saja, kondisi itu tidak diharapkan oleh orang tua dan masyarakat manapun.

 

 

C.   UNSUR KEBAHASAAN TEKS CERAMAH

Dalam teks ceramah terdapt unsur-unsur kebahasaan yang khas, yaitu sebagai berikut :

1.    Penggunaan kata-kata persuasif

persuasif ialah kalimat yang dalam hal ini bertujuan untuk meyakinkan serta membujuk orang lain supaya mau mengikuti. Contoh :

·         Buanglah selalu sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap terjaga bersih !

·         Ayo belajar yang giat demi masa depan yang cemerlang !

·         Ayo berolahraga secara teratur setiap hari agar tubuh tetap sehat !

·         Mari kita terapkan pola hidup yang sehat !

·         Mari kita bersama membangun negeri tercinta ini !

·         Marilah kita sukseskan acara akbar ini !

·         Mari kita selesaikan apa yang telah menjadi tugas dan kewajiban kita !

·         Berbuatlah yang baik kepada sesama mahluk Tuhan !

·         Belajarlah dengan giat dan bersungguh – sungguh !

 

2.    Penggunaan kata ganti

Kata ganti atau Pronominal merupakan salah satu jenis kata yang digunakan untuk menggantikan kata lain seperti kata Benda atau Orang yang tidak disebutkan secara langsung didalam kalimat. Kata ganti juga digunakan didalam kalimat, bukan hanya sekedar untuk menggantikan tetapi juga untuk menjadi pelengkap dari struktur kalimat tertentu. Dengan adanya Kata Ganti maka makna dari sebuah kalimat akan lebih mudah untuk dipahami dan juga susunan kalimatnya menjadi lebih padat.

a.    Kata ganti orang. Pada kata ganti orang ada tiga jenis :

1. Kata Ganti Orang Pertama

Kata ganti orang pertama terdiri dari kata ganti orang pertama tunggal misalnya aku, ku, saya dan jamak misalnya kata kami dan kita.

Contohnya :

Kata Ganti Orang Pertama Tunggal :

·         Saya sudah pernah pergi ke Bandung pada tanggal 10 Desember 2017.

·         Aku akan berusaha jadi Istri dan Ibu yang baik untuk keluarga kecilku.

·         Saya sangat rutin meminjam buku di perpustakaan setiap minggunya.

Kata Ganti Orang Pertama Jamak :

·         Kami sedang belajar kelompok di rumah Sinta.

·         Jangan ada kata perpisahan diantara kita, karena itu akan menimbulkan jarak.

·          

2. Kata Ganti Orang Kedua

Kata ganti orang kedua terdiri dari kata ganti orang kedua tunggal misalnya kata anda, kamu, dikau, mu, dan engkau. Kata ganti orang kedua jamak misalnya kata kalian, anda sekalian dan kamu sekalian.
Contohnya:

Kata Ganti Orang Kedua Tungaal :

·         Kamu memang perempuan Cerdas.

·         Anda adalah seseorang yang saya Idolakan.

·         Ayo kita jenguk temanmu itu.

·         Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Kata Ganti?

Kata Ganti Orang Kedua Jamak :

·         Kalian bisa pergi ke Bioskop bersama-sama,

·         Saya ucapkan banyak terimakasih pada anda sekalian yang sudah berkenan hadir diacara malam ini.

 

3. Kata Ganti Orang Ketiga

Kata ganti orang ketiga terdiri dari kata ganti orang ketiga tunggal (misalnya : beliau, dia, ia,-nya) dan kata ganti orang ketiga jamak ( misalnya mereka).

Contohnya :

Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal :

·         Ulia adalah anak yang rajin bersedekah, meskipun sebenarnya ia adalah orang miskin.

·         Dia adalah anak yang paling pintar dikelas ku.

Kata Ganti Orang Ketiga Jamak :

·         Mereka selalu kompak dalam bermain sepak bola.

·         Dalam aksi Demo kali ini, mereka memaksa untuk masuk kedalam area tersebut.

b. Kata Ganti Penunjuk

Kata ganti penunjuk (Pronomina Demonstrativa) biasanya digunakan sebagai penunjuk tempat atau suatu benda tertentu. Ada 3 macam jenis yaitu : penunjuk umum, tempat, dan hal tertentu. Berikut penjelasannya :

·         Penunjuk umum biasanya menggunakan kata “ini, itu”.

·         Penunjuk tempat biasanya menggunakan kata “sana, sini, situ, ke sana, ke sini, ke situ, di sana, di sini, dan di situ”.

·         Penunjuk hal tertentu biasanya menggunakan kata “begini, begitu”.

Contoh dalam bentuk kalimat :

·         Ulia menitipkan sepeda ini kepada ku.

·         Udara disini masih sangat terasa kesegarannya.

·         Meskipun aku selalu bernasib buruk begini, tapi aku tetap bahagia.

·         Kamu ngapain duduk disitu sendirian?

 

 

 

 

 

Belum ada Komentar untuk "BAB 3 - MENYERAP INFORMASI DALAM CERAMAH"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel