google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A Covid-19, Mendidik untuk Lebih Maju - PULPENWANKERTAS

Covid-19, Mendidik untuk Lebih Maju


Jika sebagian orang menilai Covid-19 menjadi hambatan dalam dunia pendidikan, sejatinya tidak semua pandangan itu benar. Sebab, jika kita mau berpikir logis sekaligus kritis, Covid-19 justru menguntungkan dunia pendidikan kita.

Pada masa pandemi, mau tidak mau guru diharuskan untuk mempelajari teknologi. Belajar menggunakan aplikasi daring seperti Zoom, Google Meet, atau Google Classroom.

Jika digunakan secara maksimal, sejumlah aplikasi tersebut juga dapat membantu kita, para guru, dalam melangsungkan proses belajar mengajar seperti layaknya pembalajaran tatap muka. 

Namun, sayangnya memang tidak semua pendidik bisa memahami betapa pentingnya teknologi ini. Ada banyak guru yang sampai detik ini masih ogah-ogahan dalam mempelajari fungsi dari aplikasi-aplikasi tersebut. Akibatnya, proses belajar mengajar pun terhambat.

Berdasarkan survei Programme For International Student Assessment (PISA), kualitas pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-72 dari 77 negara. Dari survei ini kita bisa melihat bahwa kualitas pendidikan kita masih kalah jauh dibandingkan negara-negara tetangga. Salah satu hal yang menyebabkan itu terjadi karena rendahnya kompetensi para pendidik kita.

Padahal, guru adalah ujung tombak dalam pendidikan. Apabila kompetensi guru lemah, tentu akan menghambat proses belajar mengajar dan program pemerintah di sektor pendidikan. Dampak lainnya akan menghambat dalam proses pendidikan setiap pelajar kita.

Kompetensi guru harus segera dibenahi, terutama tentang pengetahuan mereka terhadap penggunaan teknologi. Saat ini, guru wajib melek teknologi. Jangan sampai kita ketinggalan dengan negara tetangga.

Sebagai contoh, di Malaysia, sejak SD mereka sudah dikenalkan dengan teknologi. Setelah mereka dewasa, teknologi bukan menjadi sesuatu yang asing untuk mereka. Ketika pemerintah membuat kebijakan-kebijakan berbasis IT, mereka sudah siap menerimanya.

Sementara di negara kita, ada banyak guru yang kerepotan saat diminta mengajar via daring. Mereka gagap sekaligus gugup saat menatap wajah anak muridnya melalui layar laptop atau smartphone. Mereka belum terbiasa. 

Oleh karena itu, tak ada pilihan lain untuk kita. Jika dunia pendidikan kita ingin berkembang, semua guru harus bisa memahami dan menggunakan teknologi dengan tepat dan efektif. Apalagi Menteri Nadiem audah membuat aturan tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Lewat pandemi kota belajar. Dan lewat Covid-19 guru-guru harus menyadari bahwa ini bukan zaman dinosaurus lagi. Kita sedang berada di era revolusi industri 4.0. Ini adalah kesempatan kita semua untuk lebih akrab dengan aplikasi pembelajaran daring. Ini adalah momentum yang tepat untuk memajukan sektor pendidikan kita, tak hanya di satu sekolah, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Inovasi harus terus dilakukan. Segala kekurangan dalam proses pembelajaran selama pandemi harus terus kita evaluasi agar di masa depan nanti kita bisa menguasai teknologi, bukan sebaliknya. 

Dengan cara itu, apa yang diimpikan dan diharapkan pemerintah kemungkinan bisa tercapai. Dunia pendidikan maju, anak-anak menjadi cerdas dan pintar, dan guru-gurunya juga andal sebagai pendidik.  
Dunia pendidikan di Indonesia harus bangkit. Semua harus kompak, bergandengan tangan demi masa depan anak-anak kita.

Belum ada Komentar untuk "Covid-19, Mendidik untuk Lebih Maju"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel