google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A DARI MANAKAH ASAL DAN MAKNA KATA 'MANTAN'? - PULPENWANKERTAS

DARI MANAKAH ASAL DAN MAKNA KATA 'MANTAN'?


Hello sobat +62. Sering sekali kita mendengar kata mantan. Kata  mantan sering diucapkan ketika seseorang putus cinta atau juga berhenti bekerja di sebuah lembaga. Nah sobat +62 taukah kalian darimana sih kata mantan itu? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Dari tulisan Saudara Ahmad Bastari Suan, Universitas Sriwijaya pada majalah Pembinaan Bahasa Indonesia tahun 1984 diusulkan kata mantan sebagai pengganti kata 'eks' yang dianggap kurang pantas dan bernilai rasa rendah. Kata itu terdapat dalam bahasa Basemah, Komering, dan Renjang yang bermakna 'tidak berfungsi lagi'. 


Dalam bahasa Basemah ada bentuk kata seperti penggawe mantan (eks pegawai), ketip mantan (eks khatib), penghulu manten (eks penghulu). Dan dalam bahasa Jawa, ada kata manten yang arti dan bentuknya bertalian juga dengan mari dan mantu, yang diambil dari bahasa Jawa Kuna, ada mariyapanas yaitu berhenti ia dari kemarahan dan manten angucap  yaitu berhenti berkata


Kata bekas dalam bahasa Indonesia pada bangun frasa dapat menjadi intinya (yang diterangkan), seperti pada frasa bekas menteri, dan dapat juga menjadi atribut (yang menerangkan), seperti pada mobil bekas. Karena kata mantan itu menggantikan kata bekas yang berfungsi sebagai inti frasa, maka letaknya, sesuai dengan hukum DM, diawal frasa yaitu mantan menteri, mantan presiden, mantan guru, dan sebagainya


Perlu ditambahkan bahwa pengganti itu dimaksudkan untuk menghilangkan konotasi yang buruk dan untuk menghormati orang yang diacu. Oleh sebab itu, pemakaiannya pun berkenaan dengan orang yang dihormati yang pernah memangku jabatan dengan baik atau yang pernah mempunyai profesi yang diluhurkan. Kata bekas tetap dipakai, misalnya untuk menyebut bekas penjahat ulung, bekas diktaktor, bekas mobil balap, pakaian bekas, barang bekas dan sebagainya.  

Belum ada Komentar untuk "DARI MANAKAH ASAL DAN MAKNA KATA 'MANTAN'?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel