ARTIKEL PENDIDIKAN | SELAYAKNYA JABATAN DEMI LAYAKNYA PENDIDIKAN
Orang,
uang, dan fasilitas. Ketiganya punya ikatan erat dan pengaruh besar dalam
wujudkan tujuan pendidikan. Tak dapat dipungkiri jika pendidikan mempunyai
peranan penting dalam setiap sektor kehidupan. Oleh karena itu sangat
diperlukan keseriusan dalam pengelolaannya. Baik dari segi SDM, dana, maupun
dari infrastrukturnya. Ketiga hal tersebut sangat berkaitan erat dan saling
mempengaruhi. Jika satu saja tak terpenuhi maka tujuan pendidikan pun hasilnya
akan timpang, hasil takkan maksimal.
Begitupun
terhadap semua pihak dari sumber daya manusianya, diperlukan sinergi yang baik
dalam melaksanakan pendidikan ini. Baik dari peserta didik, pendidik, orangtua
peserta didik, masyarakat sekitar, dan pemerintah. Dengan adanya sinergi yang
baik, maka tujuan pendidikan akan lebih mudah diwujudkan. Semua pihak pasti
punya peran penting demi terwujudnya tujuan tersebut, jadi, mari maksimallah
bermain peran pada selayaknya peranan.
Berkaitan
dengan pihak pemerintah terkait dalam pembangunan pendidikan, yang sekarang
pelaksaan pendidikan di daerah diserahkan tanggungjawabnya pada pemerintah
daerah. Hal ini menjadi sebuah langkah baik untuk dunia pendidikan. Karena
dengan limpahan ini maka pemerintah daerah diharapkan lebih maksimal untuk
berjuang dengan jabatannya. Dengan lebih dekat, pendidikan akan lebih mudah
diarahkan karena permasalahan pendidikan yang ada lebih jelas tampak. Pemda
lebih mudah memahami kondisi pendidikan di derahnya secara nyata. Pemda juga
lebih mudah menjangkau di segala kondisi di daerahnya. Pemda lebih bisa mengena langsung ke
titik-titik permasalahan yang akan diatasi.
Dari
gambaran di atas, sepertinya kendala apapun akan mampu kita lalui. Secara SDM
khususnya dari pihak orang-orang yang menjabat sebagai pemerintah daerah, dari
pendanaan, dan infrastruktur, pastinya Pemda sudah bisa memperhitungkan. Jika
amanah maka pendidikan kan jadi berkah. Meskipun di lapangan tidaklah
sesederhana seperti kalimat yang dituliskan. Karena nyatanya masih ada berbagai
keluhan berkaitan dengan dana yang minim, infrastruktur yang tidak memadai,
yang menjadi sebuah kendala bagi majunya pendidikan.
Dari segi
pembangunan, ada keluhan dari sekolah yang beberapa kali dan sudah beberapa
tahun usulan pembangunan terabaikan. Bantuan untuk gedung kantor, WC, dan
gedung lain seperti perpustakaan tak segera datang. Sementara memakai gedung
lain dianggap penyalahgunaan. Dengan jumlah peserta didik yang banyak,
kebutuhan WC tak terpenuhi, maka proses pembelajaran pun pasti terpengaruhi.
Sepertinya sepele.
Guru yang
tak punya kantor, pindah sana pindah sini. Berkas keadministrasian
terbengkalai. Tumpuk-menumpuk tak rapi. sementara urusan berkas diharapkan baik
dan rapi. Jika pas dapat bantuan hasil tak maksimal. Bangunan baru jadi, atap
sudah terbuka paku pergi entah ke mana. Pagar dengan pintu gerbang, baru jadi,
dalam satu bulan tak layak digunakan. Pintu ditutup ambruk, lepas dari jalur
yang terlihat sejadinya saja. WC sejak serah terima tak maksimal dapat
dimanfaatkan. Layakkah hal seperti ini? Entah ada apa dalam hal ini? Rasanya
tak mungkin pemerintah mengucurkan dana yang hanya main-main saja. Hanya
sekedar wujud tanpa memikirkan kualitas. Sangatlah sayang, jika anggaran tetap
keluar namun fasilitas tak dapat digunakan. Tentu sangat perlu evaluasi di
sini. Karena pihak peserta didik dan pendidik tak mungkin mengurusi hal ini.
Yang lebih berperan otomatis di bidang ini adalah pihak pemda yang punya
jabatan terkait. Karena tanggungjawab sudah disanggupi, sudah dekat, maka
datangi, amati, evalusi.
Kebijakan-kebijakan
dalam dunia pendidikan yang diambil oleh pemerintah pusat maupun daerah juga
perlu dilakukan. Terutama yang berkaitan dengan adanya pandemi ini, seperti kebijakan
penghapusan UN yang dinilai sangat tepat. Selain banyak yang merasa lega karena
di situasi seperti ini, tanpa ujian pun masih bisa lulus, juga karena nilai
hasil UN peserta didik tak dapat dijadikan sebagai ukuran suksesnya tujuan
pendidikan. Masih perlu dievaluasi secara ketat dan bertahap. Karena pada
kenyataannya teori tak sepadan dengan yang ada di lapangan.
Kebijakan
lain yaitu digunakannya kurikulum darurat. Ini sangat membantu mengurangi beban
belajar bagi peserta didik dan pendidik di kala pandemi ini. Meski pada
kenyatannya perlu olah pikir dan kreativitas lebih untuk melaksanakan ini. Kemudian
kebijakan rencana asesmen nasional sebagai pengganti UN yang rencananya akan
dilaksanakan di tahun 2021. Diharapkan proses dan hasilnya maksimal tanpa
rekayasa, meski masih tahap pertama. Ada juga kebijakan bantuan kuota belajar. Pastinya
ini sangat membantu meringankan beban perekonomian bagi peserta
didik/orangtuanya dan pendidik. Meski dalam pelaksanannya harus dievaluasi
dengan cermat. Karena dari segi kualitas hasil belajar masih belum menunjukkan
peningkatan yang signifikan. Hanya ramai-ramai bergembira dapat gratisan tapi
tidak dimanfaatkan sesuai arahan. Nah, ini akan menjadi kecemburuan juga bagi
peserta didik dan pendidik yang tidak mempunyai hp, atau juga yang daerahnya tak
terjangkau internet. Untuk itu perlu evaluasi lebih cermat demi pendidikan yang
merakyat dan bermartabat.
Adanya
rencana digitalisasi sekolah pada tahun 2021 tentu saja sangat banyak menelan
dana yang rencanaya dianggarkan sebesar Rp 1.175 triliun untuk sarana prasarana
pendidikan (peralatan TIK). Ini tentunya tidaklah sedikit. Maka dalam
pelaksanannya perlu perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang benar-benar
matang disertai evaluasi yang jujur . Tidak hanya sekedar mengejar pujian
sementara banyak hal terabaikan. Dan masih ada beberapa kebijakan lain seperti
program merdeka belajar, relaksasi dana BOS, pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan
program organisasi penggerak (POP). Diharapkan pihak pemda terus melakukan
evaluasi terhadap proses kebijakan ini dan selalu melakukan perbaikan dari
evaluasi yang didapatkan secara nyata di lapangan. Sehingga selayaknya jabatan
mampu mewujudkan bagaimana layaknya pendidikan. Dari sini maka semua aspek
kehidupan pun turut tercerahkan.
Belum ada Komentar untuk "ARTIKEL PENDIDIKAN | SELAYAKNYA JABATAN DEMI LAYAKNYA PENDIDIKAN"
Posting Komentar