google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A STRUKTUK DAN KARAKTERISTIK PENULISAN - PULPENWANKERTAS

STRUKTUK DAN KARAKTERISTIK PENULISAN





Struktur Karya Tulis

Kalian sering membaca sebuah tulisan yang berbentuk karya tulis. Ada yang isinya yang sangat banyak bahkan tebal dan ada juga tipis. Terlepas dari tulisan baik tebal ataupun tipis, struktur karya tulis harus sama. Struktur karya tulis terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian inti atau tengah dan bagian akhir. sekarang kita uraikan masing-masing bagian

1. Pelengkap awal

Pelengkap awal ialah sebuah struktur karya tulis yang terletak di bagian awal sebuah tulisan. Bagian perlengkaoan awal ini adalah informasi mengenai isi dari karya tulis, Untuk Pelengkap awal terdiri atas hal-hal berikut.

a. Halaman judul

Pada halaman judul berisikan tentang informasi mengenai judul karya tulis, tujuan karya tulis ini dibuat, nama penulis, logo, nama lembaga, dan tahun pembuatan karya tulis.

b. Abstrak

Abstrak berisi gambaran singkat mengenai karya tulis. Pada abstrak yang sering dimuat adalah judul karya tulis, masalah yang dibahas, metode yang dipakai, dan hasil pembahasan. Jumlah suku kata pada abstrak sendiri  maksimal terdiri atas 200 kata, dibuat dalam satu paragraph dan ditulis dengan satu spasi, serta diakhiri dengan kata kunci. Kata kunci maksimal juga terdiri atas lima kata. Abstrak biasanya dibuat dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

c. Kata pengantar

Kata pengantar dibuat oleh seseorang ahli yang memberikan apresiasi atau masukan atas karya tulis yang kita buat.

d. Prakata

Prakata adalah pengantar tulisan yang dibuat oleh penulis sendiri. Prakata dengan kata pengantar berbeda. Pada Prakata setidaknya memuat mengenai judul karya tulis, tujuan pembuatan karya tulis, hambatan atau kendala yang dihadapi penulis, ucapan terima kasih penulis, permohonan kritik atau saran, dan ditutup dengan mencantumkan tanggal, bulan, tahun, dan nama penulis.

e. Daftar isi

Pada bagian daftar isi memuat bagian-bagian dalam karya tulis disertai dengan nomor halamannya. Daftar isi merupakan petunjuk yang memudahkan orang mengetahui isi karya tulis.

 f. Daftar tabel

Jika dalam karya tulis terdapat table, maka kamu harus membuat daftar tabel. Daftar table terdiri dari atas nomor tabel, judul table, dan nomor halaman tempat table tersebut berada.

g. Daftar gambar

Daftar gambar sama halnya seperti daftar tabel, jika terdapat gambar dalam karya tulis yang kamu buat, kamu juga harus membuat daftar gambarnya. Penulisannya juga sama dengan daftar table yaitu nomor gambar, judul atau keterangan gambar, dan nomor halaman juga tempat gambar tersebut berada.

h. Daftar lampiran

Daftar lampiran dibuat jika karya tulis kamu buat terdapat lampiran. Penulisan juga sama dengan daftar table dan daftar gambar. Pada pelengkap bagian awal, semua nomor halaman ditulis , menggunakan romawi kecil. Nomor halaman ditulis di bagian tengah bawah, Kalau halaman tersebut terdapat judul bab. Tetapi, jika tidak ada judul, jangan lupa nomor halaman ditulis dibagian pojok kanan atas.


2. Bagian Inti

Bagian tengah atau bagian inti merupakan pokok yang paling penting dalam sebuah karya tulis. Pada bagian inti biasanya terdapat empat bab dalam sebuah karya tulis. Bentuk bagian bab biasanya ditulis misal :

·         Bab I berisi pendahuluan

·         Bab II berisi teori dasar

·         Bab III berisi pembahasan masalah dan

·         Bab IV berisi simpulan dan saran.

Pada bagian bab I pendahuluan, biasanya berisi  latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, sumber data, metode dan teknik pengumpulan data, serta sistematika penulisan.


3. Pelengkap akhir

Pada bagian pelengkap akhir  dibuat setelah bagian inti dari karya tulis selesai. Pada bagian ini terdiri atas daftar pustaka, indeks, glosarium, lampiran, dan daftar riwayat hidup serta foto penulis.


Karakteristik Penulisan

Sebuah karya tulis mempunyai karakteristik yang membedakannya dengan tulisan yang lain. Adapun karakteristik karya tulis sebagai berikut :

1. Tuntas

Sebuah karya tulis harus diuraikan secara tuntas sampai tidak ada lagi masalah yang dipertanyakan yang dibahas.

2. Objektif

Sebuah karya tulis harus berdasarkan pemaparan dari data yang ada. Tidak boleh dimanipulasi.

3. Sistematis

Susunan tulisan karya tulis harus sistematika. Urutan tulisan tidak boleh diputarbalikkan.

4. Cermat

Sebuah karya tulis tidak boleh adanya kelalaian atau kesalahan. Misalnya, ketika mengutip pendapat orang pada bagian Bab II, penulis harus mencantumkan sumber darimana penulis dapat.

5. Lugas

Pembahasan karya tulis harus lugas, tidak bertele-tele. Pemaparan pembahasan masalah harus langsung pada inti masalahnya.

6. Nonemosional

Membuat sebuah karya tulis, penulis tidak boleh melibatkan emosinya yang membuat sebuah karya tulis itu menjadi subjektif.

7. Berlaku umum

Sebuah karya tulis harus bisa dibaca oleh siapa pun

8. Berbahasa baku, tepat, ringkas, dan jelas

Sebuah karya tulis harus menggunakan bahasa baku, tepat, ringkas, dan jelas sesuai dengan Pedoman ejaan yang disempurnakan.

Belum ada Komentar untuk "STRUKTUK DAN KARAKTERISTIK PENULISAN"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel