google-site-verification=-VT47BRGBGVdLjDl0yFFwnFoh2EwaFmBfVYKS-2bM-A KETIKA RAMADHAN BERALIH KE SAWAL - PULPENWANKERTAS

KETIKA RAMADHAN BERALIH KE SAWAL



Ramadhan sudah berakhir. Satu bulan penuh umat muslim melakukan berpuasa. Melatih untuk mengendalikan hawa nafsu dengan  cara tidak makan dan tidak minum, mengaji, sholat ke masjid dan perbuatan amal sholeh yang lainnya.
Bagi orang tua yang baik Ramadhan merupakan ladang untuk memanen pahala. Bagi anak-anak Ramadhan merupakan kebebasan dalam bermain petasan. Namun keduanya tetap merasakan Ramadhan adalah bulan yang terindah bagi mereka.
Ramadhan ini juga menjankit kepada para preman pasar yang dikatakan, banyak tato, jagau pukul, tahan timpas tetapi tidak tahan puasa. Rezeki-rezeki mereka lumayan besar ketika Ramadhan datang. Lahan parkir mereka mendadak banyak menjadi dua bahkan tiga kali lipat. Bayaran parkir yang biasanya sekitar dua ribu rupiah, bisa menjadi lima ribu rupiah per unit.
Inilah hikmah di balik Ramadhan. Bulan penuh berkah, bulan penuh pahala. Sang pencipta memberikan keberkahan kepada umatnya. Tidak memandang umatnya yang ahli ibadah, setengah beribadah, bahkan yang tidak beribadah semuanya tetap akan dapat ganjarannya.
Sekarang Ramadhan sudah berakhir. Yang artinya semua manusia kembali ke fitrah atau dikatakan kembali ke suci. Suci dalam artian bersih tak ada kotoran (menurut orang yang setengah belajar agama). Bagi masyarakat awam. Berakhirnya Ramadhan ini sebenarnya bukan kembali ke fitrah atau suci tetapi kembali ke wujud aslinya. Yang asalnya ketika Ramadhan sering baca Quran tidak lagi baca Quran, yang yang asalnya ketika Ramadhan sering sholat subuh ke masjid, sekarang tidak lagi sholat ke masjid, yang asalnya ketika Ramadhan maboknya cuma di waktu malam sekarang kembali ke siang dan malam

Ya... Begitulah sudah gambaran dunia. Tinggal para orang tualah yang dapat nantinya membentengi anak-anaknya kelak di masa mendatanga. Serahkanlah anak-anaknya di dunia pendidikan yang berlandaskan agama. Jangan sampai nantinya anak-anak kita akan menjadikan panen kita yang mengecewakan di alam berikutnya. Karena Ramadhan ini adalah moment untuk melatih kita untuk beribadah.

AR_86
Arif Rahman (Bakulaan) Hidup adalah seni yang terus dan terus kita jalani, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah, kadang kita tertawa sejenak dan kadang kita akan menitikan air mata, dan kita hanyalah wayang yang tak tahu sampai mana ending dari seni dunia ini.

Belum ada Komentar untuk "KETIKA RAMADHAN BERALIH KE SAWAL"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel